Fakta Menarik Tentang Solo

Makna Tradisi Mitoni, Ritual Selamatan Kehamilan 7 Bulan yang Masih Eksis di Solo Raya

Di Jawa Tengah, khususnya Solo, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari adat masyarakat.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Instagram
TRADISI JAWA - Mitoni Bella Bonita istri dari Denny Caknan beberapa waktu lalu. Inilah makna tradisi mitoni yang masih eksis di Solo Raya. 

Ringkasan Berita:
  • Mitoni adalah tradisi Jawa di Solo saat kehamilan 7 bulan untuk memohon keselamatan ibu dan bayi, serta harapan agar lahir sehat, selamat, dan berbudi baik.
  • Tradisi ini diyakini berasal dari masa Kerajaan Kediri dan melibatkan berbagai ritual seperti siraman, brojolan, ganti pakaian tujuh kali, hingga penggunaan kelapa gading.
  • Mitoni juga memiliki makna sosial dan budaya, yakni mempererat kebersamaan, rasa syukur, serta menjaga warisan tradisi Jawa di tengah masyarakat modern.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masyarakat Solo Raya, Jawa Tengah, sampai saat ini masih familier dengan tradisi selamatan yang mengikuti siklus hidup manusia.

Salah satunya adalah tradisi Mitoni.

Mitoni ini dikenal di beberapa daerah dengan nama berbeda, seperti Tingkeban di Jawa Timur, Pelet Kandhungan di Madura, atau Nujuh-Bulan di Jawa Barat.

Baca juga: Perawatan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Sragen, Dimandikan Setiap Pagi

Di Jawa Tengah, khususnya Solo, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari adat masyarakat.

Apa Itu Mitoni?

Mitoni berasal dari kata mituni, mitu, dan pitu, yang berarti tujuh.

Ritual ini dilakukan saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan, dengan tujuan mendoakan keselamatan ibu hamil dan kelancaran proses persalinan.

Angka tujuh dipilih karena bayi pada usia ini dianggap telah manggon, atau hidup dan siap lahir ke dunia.

Selain itu, ritual ini juga memohon agar bayi yang lahir menjadi pribadi yang sehat, cantik atau tampan, serta berbudi luhur.

Baca juga: Skenario Persis Solo Degradasi di Pekan ke-33 Super League, Laga Lawan Dewa United jadi Penentuan

Sejarah Tradisi Mitoni

Sejarah Mitoni di Solo diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya.

Dikutip dari jurnal IAIN Kudus, terdapat kisah pasangan Niken Satingkeb dan Sadiyo, punggawa Kerajaan Kediri, yang melahirkan sembilan anak namun semuanya meninggal dunia.

Mereka kemudian meminta petunjuk kepada Prabu Jayabaya untuk mendapatkan anak yang selamat.

Raja kemudian memberikan tiga petunjuk penting: mandi setiap hari Rabu dan Sabtu, serta mandi suci pada pukul 17.00 WIB menggunakan gayung dari tempurung kelapa, disertai doa atau mantra.

Dalam ritual ini, calon ibu memakai pakaian serba putih dan membawa dua buah kelapa gading sebagai simbol kesucian dan harapan agar bayi yang lahir tampan atau cantik seperti tokoh pewayangan Arjuna dan Sumbadra.

Baca juga: Mengenal Bancakan, Tradisi Syukuran Weton yang Sarat Makna dan Masih Eksis di Solo Raya

Tahapan Ritual Mitoni

Mitoni di Solo terdiri dari beberapa tahapan yang sarat makna:

  • Siraman – dilakukan pada siang hari, waktu yang dipercaya sebagai saat para bidadari turun dari kayangan untuk mandi. Air dicampur bunga rampai (setaman), disertai doa-doa untuk keselamatan ibu dan bayi.
  • Brojolan – prosesi memasukkan telur ke dalam jarik calon ibu, dilanjutkan dengan pemotongan tali letrek sebagai simbol membuka jalan lahir bayi.
  • Ganti Pakaian – sang ibu mengganti pakaian sebanyak tujuh kali, dengan kemben atau jarik bermotif berbeda yang dipakaikan oleh para sesepuh.
  • Kelapa Gading – sepasang kelapa gading muda dimasukkan ke sarung di atas perut calon ibu sebagai simbol harapan dan keberkahan.
  • Penutup dengan Makan Bersama – prosesi diakhiri dengan berjualan rujak dan makan bersama, mempererat kebersamaan keluarga dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Rute Kirab Jumenengan PB XIV Keraton Solo, Tradisi Sakral dari Kamandungan ke Alun-alun Utara

Makna Budaya Mitoni di Solo

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved