Pejuang Keturunan Tionghoa
Sosok 5 Pejuang Keturunan Tionghoa Terlibat Perang Kemerdekaan Indonesia, Ada Oe Bing Hap
Ternyata ada 5 Pejuang Keturunan Tionghoa Terlibat Perang Kemerdekaan Indonesia.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) berziarah ke makam lima pejuang keturunan Tionghoa di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti.
Mereka disebut terlibat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.
Ketua Umum PMS Sumartono Hadinoto mengungkapkan, salah satu pahlawan keturunan Tionghoa, Oeho terlibat dalam Long March Siliwangi yakni peristiwa pindahnya Tentara Nasional Indonesia dari Jawa Tengah dan Yogyakarta ke Jawa Barat pada 4 Februari 1949.
Hal ini sebagai konsekuensi dari perjanjian Renville yang merugikan Indonesia dan diikuti pelanggaran oleh Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda II dengan menguasai Yogyakarta.
Lalu keempat pejuang lainnya Ping Kiat, Oe Bing Hap, Ling Hala, dan F. Sie King Lien merupakan anggota laskar yang ikut berjuang saat perang kemerdekaan.
“Kalau yang logonya bambu runcing sama laras panjang ini adalah pejuang dari Laskar, kemudian yang logonya bintang dari TNI, jadi memang ada dari berbagai divisi bahkan tadi ada yang salah satu dari divisi Siliwangi,” ungkapnya.
Meski sempat berjuang bersama divisi Siliwangi, Oeho menghembuskan nafas terakhir di Solo.
Baca juga: Titiek Puspa Meninggal Usia 87, Ahmad Dhani Usul Titiek Dinobatkan Jadi Pahlawan Komposer Indonesia
Maka dari itu, ia dimakamkan di Solo.
“Ternyata banyak pejuang kita keluarganya mungkin akan mencari, lima orang dari Tionghoa, ada yang berjuangnya di Siliwangi tapi gugurnya di sini jadi dimakamkannya di Solo,” jelasnya.
Ziarah dilaksanakan pada Sabtu (12/4/2025).
Mereka berziarah dalam rangka melaksanakan Tradisi Ceng Beng atau Qing Ming yang merupakan ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
"Kebetulan bulan ini adalah Hari Raya Ceng Beng di mana budaya kami adalah menengok makam leluhur, membersihkan makam. Kami mengajak semua generasi muda dengan tujuan agar mereka termotivasi. Bahwa eyang-eyang kita sudah banyak yang berkontribusi nyata bahkan mengorbankan nyawa dan darah untuk kemerdekaan RI yang kita cintai," ujar Sumartono.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan DHC 45 Kota Surakarta dan mengajak serta empat komunitas pemuda Tionghoa di antaranya Solo Youth Club, Himpunan Fu Qing, Perhimpunan Persaudaraan Hakka Surakarta (Perhakkas) dan Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (Pakin). (*)
| Diminta Berhenti Jualan Kuliner Non Halal di Sukoharjo, Pemilik Usaha Minta Waktu |
|
|---|
| Jamu Bhayangkara FC Tanpa Penonton, Coach Milo Akui Persis Solo Rindukan Suporter di Lapangan |
|
|---|
| Kenakan Pakaian Adat Nusantara, Seluruh Sekolah Naungan Yayasan Al Abidin Rayakan Hari Kartini |
|
|---|
| Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla, Jokowi Balas Pakai 'Kalimat Sakti' Ini Lagi Setelah 3 Tahun |
|
|---|
| Bayi Cantik di Sukoharjo Ini Dibuang dalam Tas, Ditinggalkan dengan Sepucuk Surat yang Menyayat Hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Perkumpulan-Masyarakat-Surakarta.jpg)