Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Fakta Menarik Tentang Sukoharjo

Asal-usul Palur yang Jadi Pertemuan Sukoharjo & Karanganyar, Namanya Diyakini dari Bangsa Eropa

Kawasan Palur merupakan wilayah pengembangan terbesar kedua setelah Kartasura.

|
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Mardon Widiyanto
SUASANA FLYOVER PALUR - Suasana pintu perlintasan sebidang di bawah Flyover Palur, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (24/6/2022). Begini sejarah Palur yang disebut-sebut ada kisah Mbah Mbenggol. 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Palur adalah sebuah desa di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Palur juga merupakan sebutan dari kawasan pertemuan dua wilayah bernama sama namun berbeda kabupaten, yaitu Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dan Dusun Palur, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kawasan Palur merupakan wilayah pengembangan terbesar kedua setelah Kartasura.

Baca juga: Asal-usul Karanganyar Kini jadi Kabupaten di Jateng : Dulu Hutan Belantara, Dihuni Nyi Ageng Karang

Asal-usul Palur

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, nama Palur diyakini berasal dari bahasa Eropa, yakni "parleur"—sebuah kata yang berarti tempat penjagaan di pertigaan jalan.

Dulu, disebut-sebut ada sebuah gazebo di sebuah pertigaan jalan yang dikenal dengan Tugu Intanpari.

Tempat itu sering dijadikan pos penjagaan, area jualan bensin, dan tempat singgah.

Karena sering disebut parleur oleh orang asing, masyarakat setempat kemudian melafalkannya menjadi Palur, sesuai dengan pelafalan lidah lokal.

Baca juga: Asal-usul Candi Muncar yang Kini jadi Wisata Hits di Wonogiri, Bendungan Dibangun Tahun 1976

Mbah Mbenggol, Sang Perintis Palur

Sejarah Palur tidak hanya berkaitan dengan bahasa asing, tapi juga erat kaitannya dengan tokoh lokal, yakni Mbah Mbenggol.

Ia merupakan anak dari seorang kepala dusun pada zamannya dan dipercaya untuk mengelola sebuah pasar besar di kawasan bernama Ngentak.

Pasar itu kini telah berubah menjadi deretan ruko di sepanjang Jalan Raya Palur.

Mbah Mbenggol kemudian membangun rumah di sebelah utara pasar dan diikuti oleh para pedagang lainnya.

Ia juga membagi tanah menjadi petak-petak untuk dihuni, yang akhirnya berkembang menjadi kawasan pemukiman padat..

Karena perannya dalam membuka dan mengembangkan kawasan tersebut, Mbah Mbenggol kini dikenal sebagai pendiri Dukuh Palur.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved