Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Keracunan Massal di Klaten

Hasil Pemeriksaan Makanan dari Keracunan Massal di Karangturi Klaten, Ada Virus Salmonella sp

Beberapa sampel yang diambil dari makanan, yakni rendang sapi, sambal krecek, krupuk, acar dan pangsit ditemukan bakteri

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/ Zharfan Muhana
TEMUAN DINKES - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, ditemui Selasa (22/4/2025). Hasil uji laboratorium terkait pemeriksaan makanan menunjukkan adanya bakteri salmonella sp dari kasus keracunan massal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Hasil uji laboratorium terkait pemeriksaan makanan memperlihatkan adanya bakteri salmonella sp dari kasus keracunan massal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto setelah menerima hasil dari Balai Laboratorium dan PAK Dinkes Provinsi Jawa Tengah pada 21 April 2025.

"Dari hasil sampel makanan kemarin sudah keluar hasil dari Balakes Provinsi, yang menyatakan dari berbagai bakteri yang diperiksa adalah positif salmonella," ujar Anggit saat ditemui Selasa (22/4/2025).

DIPERIKSA - Masih ada warga yang datang ke posko kesehatan dan mengeluh sakit usai insiden keracunan massal menimpa seratusan warga di Desa Karangturi, Gantiwerno, Kabupaten Klaten, Selasa (15/4/2025) siang. Sejak malam hingga Selasa (15/4/2025) siang bahkan tercatat sudah ada 110 warga yang mengalami hal keracunan.
DIPERIKSA - Masih ada warga yang datang ke posko kesehatan dan mengeluh sakit usai insiden keracunan massal menimpa seratusan warga di Desa Karangturi, Gantiwerno, Kabupaten Klaten, Selasa (15/4/2025) siang. Sejak malam hingga Selasa (15/4/2025) siang bahkan tercatat sudah ada 110 warga yang mengalami hal keracunan. (TribunSolo.com/ Andreas Chris)

Beberapa sampel yang diambil dari makanan, yakni rendang sapi, sambal krecek, krupuk, acar dan pangsit ditemukan bakteri tersebut.

"Jadi bakteri salmonella muncul setelah makanan olahan selesai, jadi bukan dari bahan mentahnya. Setelah makanan diolah," paparnya.

Baca juga: Dinkes Klaten Rilis Hasil Uji Makanan yang Picu Keracunan Massal, Rendang hingga Kerupuk Ada Bakteri

Dikatakan bila disitu ada kandungan protein yang tinggi, karena ciri khas dari salmonella yang sanggup bertumbuh cepat pada bahan makanan yang mengandung protein tinggi.

Sebelumnya sebanyak 160 warga terdampak keracunan massal, usai menyantap makanan dalam acara syukuran wayang kulit pada Sabtu (12/4) di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno.

Dalam kejadian ini, 48 orang dilakukan  dan sisanya rawat jalan. Sementara itu 1 orang meninggal dalam kejadian tersebut.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved