Fakta Menarik Tentang Solo

9 Istilah Musim Menurut Masyarakat Solo Raya, Ada Mangsa Ketiga dan Mangsa Bedhiding

Warga Solo Raya tidak hanya mengenal dua istilah musim, namun memiliki hingga sembilan istilah musim dalam Bahasa Jawa.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
POTRET MUSIM KEMARAU - Potret surutnya Waduk di Wonogiri saat musim kemarau pada 2024 lalu. Musim kemarau dalam masyarakat Jawa disebut juga mangsa ketiga. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Umumnya di Indonesia, maryarakatnya hanya mengenal dua istlah musim seperti musim hujan dan musim kemarau.

Tetapi berbeda dengan warga Solo Raya, Jawa Tengah, mereka mengenal beberapa musim yang terjadi di Indonesia.

Hal ini sesuai kultur Jawa yang menegnal arane mangsa atau sebutan musim yang merujuk pada kondisi pada waktu tertentu dalam setahun.

Baca juga: Solo Raya Terasa Panas dan Tidak Hujan, Sudahkah Memasuki Puncak Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Ya, bisa dikatakan warga Solo Raya tidak hanya mengenal dua istilah musim, namun memiliki hingga sembilan istilah musim dalam Bahasa Jawa.

Berikut adalah arane mangsa atau istilah musim dalam Bahasa Jawa sera penjelasannya.

1. Mangsa Labuh

Mangsa labuh yaiku mangsa rendheng wayah nandur sik kapisan.

Arti mangsa labuh adalah musim penghujan yang menjadi waktu menanam kali pertama.

Dalam pengertian lain mangsa labuh juga diartikan sebagai mangsa sebelum mangsa rendheng.

Baca juga: 7 Kecamatan di Sragen Diprediksi Terdampak Bencana Kekeringan, Bakal Alami Musim Kemarau Basah

2. Mangsa Rendheng

Mangsa rendheng yaiku mangsa udan.

Arti mangsa rendheng adalah musim hujan.

3. Mangsa Mareng

Mangsa mareng yaiku mangsa ngarepake ketiga utawa bakda rendheng.

Arti mangsa mareng adalah mangsa sebelum mangsa ketiga atau setelah mangsa rendheng.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved