Fakta Menarik Tentang Solo
Pusat Barang Bekas Populer di Kota Solo ini Dulunya Kompleks Prostitusi
Bangunan-bangunan bekas lokalisasi tersebut kemudian disulap menjadi pasar barang antik dan barang bekas.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Pasar Klithikan Solo bermula dari penutupan lokalisasi Silir pada 1998, yang kemudian diubah menjadi pasar barang antik dan bekas.
- Tahun 2006, sekitar 1.000 PKL dari kawasan Monumen 45 Banjarsari direlokasi ke lokasi ini, membentuk Pasar Klithikan Notoharjo.
- Kini pasar tersebut dikenal sebagai pusat perdagangan barang bekas dan simbol transformasi sosial ekonomi warga Solo.
TRIBUNSOLO.COM - Pasar Klithikan Solo, atau juga dikenal dengan nama Pasar Klithikan Notoharjo, merupakan salah satu ikon perdagangan barang bekas yang lekat dengan kehidupan warga Solo.
Namun, di balik hiruk-pikuk transaksi dan deretan kiosnya yang menjajakan aneka barang antik hingga onderdil motor, pasar ini menyimpan kisah panjang tentang perubahan sosial dan kebijakan kota.
Pembangunan Pasar Klithikan bermula pada tahun 1998, ketika Pemerintah Kota Surakarta menutup lokalisasi Silir, sebuah kompleks prostitusi yang telah lama beroperasi di kawasan Notoharjo.
Penutupan itu merupakan bagian dari upaya penataan kota pascareformasi serta langkah untuk memperbaiki citra lingkungan sosial di Solo.
Baca juga: Inilah Sosok Pelopor Molen Tawangmangu Karanganyar, Jadi Pedagang Molen Pisang Pertama di TW
Bangunan-bangunan bekas lokalisasi tersebut kemudian disulap menjadi pasar barang antik dan barang bekas.
Aktivitas jual beli mulai tumbuh, diawali oleh masyarakat sekitar yang melihat peluang ekonomi dari lokasi yang sebelumnya sepi.
Dalam kurun waktu beberapa tahun, kawasan itu mulai dikenal sebagai tempat berburu barang-barang unik dengan harga miring.
Pada masa yang sama, sekitar 1.000 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di kawasan Taman Monumen 45 Banjarsari harus direlokasi.
Relokasi ini dilakukan oleh pemerintah kota untuk menata ruang publik di kawasan monumen.
Para PKL tersebut kemudian dipindahkan ke kawasan bekas lokalisasi Silir yang mulai berkembang menjadi pasar baru cikal bakal Pasar Klithikan Notoharjo.
Perkembangan Pasar Klithikan Notoharjo (Sejak 2006) Pasar Klithikan Notoharjo resmi didirikan pada tahun 2006.
Pembangunannya menjadi solusi bagi para PKL yang kehilangan tempat berdagang setelah penataan kawasan Banjarsari.
Pasar ini sekaligus menjadi simbol transformasi sosial di Solo, dari kawasan yang dulunya identik dengan prostitusi menjadi pusat ekonomi rakyat yang hidup dan produktif.
Baca juga: Info Toko Boneka di Solo yang Harganya Terjangkau, Bisa untuk Hadiah hingga Mainan di Rumah
Seiring waktu, Pasar Klithikan Notoharjo berkembang pesat dan dikenal sebagai “surganya barang bekas”.
Kota Solo
| Kisah Asal Muasal Pasar Triwindu Solo yang Berdiri Tahun 1939, Ternyata Dulunya Kandang Kuda |
|
|---|
| Kenapa Sala Disebut Solo? Begini Penjelasan dan Sejarahnya |
|
|---|
| Dulu Lahan Pacuan Kuda Milik Mangkunegaran, Kini Jadi Stasiun Terbesar di Kota Solo |
|
|---|
| Makna Tradisi Mitoni, Ritual Selamatan Kehamilan 7 Bulan yang Masih Eksis di Solo Raya |
|
|---|
| Makna Batik Parang yang Dilarang Dikenakan di Keraton Solo dan Mangkunegaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-pasar-klitikan-notoharjo-kelurahan-semanggi.jpg)