Fakta Menarik Tentang Solo

Asal-usul Pucangsawit Kini Jadi Nama Kelurahan di Solo, Dulu Hamparan Sawah dan Tegalan yang Sunyi

Namun siapa sangka, di tengah keheningan masa lalu itu, pernah terselip jejak sejarah penting yang berkaitan dengan Raja Pakubuwana X.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
IKON PUCANGSAWIT - Aksi doa bersama di Monumen Perisai Pancasila Kedung Kopi mengenang 52 tahun peristiwa Kedung Kopi, Pucangsawit, Jebres, Solo, Minggu (22/10/2017) sore. Inilah sejarah Kelurahan Pucangsawit. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pucangsawit adalah nama sebuah kelurahan di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Kode pos untuk Kelurahan Pucangsawit adalah 57125.

Pada tahun 2020, jumlah penduduk di Kelurahan Pucangsawit sebanyak 14.169 jiwa.

Baca juga: Asal-usul Nambangan Selogiri : Dulu Tempat Penyeberangan, Saksi Perang Gerilya Pangeran Sambernyawa

Sementara itu, di Kelurahan Pucangsawit terdapat tempat pemakaman yakni Tempat Pemakaman Umum Purwoloyo dan Pemakaman Katolik Pucang Sawit.

Selain itu terdapat Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti.

Asal-usul Kelurahan Pucangsawit

Dahulu, kawasan ini hanyalah hamparan sawah kering dan tegalan yang sunyi, jauh dari keramaian kota.

Namun siapa sangka, di tengah keheningan masa lalu itu, pernah terselip jejak sejarah penting yang berkaitan dengan Raja Pakubuwana X.

Konon, ketika Raja Pakubuwana melakukan kunjungan (anjangsana) ke daerah Pucangsawit, dia kerap singgah dan beristirahat di sebuah tempat bernama Taman Jurug.

Baca juga: Asal-usul Nama Jagalan yang Jadi Kelurahan di Solo : Dulu Dihuni Sang Penjagal, Ada Mitos Kalang

Di taman inilah dibangun sebuah bangunan unik bernama Panggung.

Bangunan ini dinamakan demikian karena letaknya yang lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya—lantainya terangkat setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah.

Berbentuk segi enam dengan luas sekitar 9 meter persegi (3 x 3 meter), panggung ini beratap limas dan didukung enam tiang kayu yang juga berfungsi sebagai pagar sandaran.

Selain di Taman Jurug, bangunan serupa juga pernah didirikan di Kampung Badran—yang kini menjadi wilayah RW X. Saat ini, bangunan panggung tersebut berada di kediaman almarhum Mbah Topeng di RW XII, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perubahan wilayah ini.

Baca juga: Asal-usul Putri Solo jadi Julukan untuk Wanita Anggun dan Lemah Lembut, Ada Kaitan dengan Keraton

Pada masa lampau, Pucangsawit merupakan daerah yang terpencil.

Sawah dan tegalannya dikenal sebagai tanah-tanah negara, terbagi menjadi tanah desa dan tanah garapan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved