DPRD Solo Polisikan Ayam Goreng Widuran

Anggota DPRD Sugeng Riyanto Yakini Polemik Ayam Goreng Widuran Makin Tegaskan Solo 'Surga Kuliner'

Polemik Ayam Goreng Widuran justru dianggap menjadi momentum yang baik untuk menegaskan kota Solo sebagai surganya kuliner.

TribunSolo.com / Instagram Ayam Goreng Widuran
AYAM GORENG WIDURAN - Potret Ayam Goreng Widuran yang warungnya berada di Jalan Sutan Syahrir, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, Sabtu (24/5/2025). Heboh di media sosial Ayam Goreng Widuran di Kota Solo ternyata dimasak dengan bahan yang tidak halal. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggota Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto menyebut polemik Ayam Goreng Widuran terkait masuk kuliner halal atau non halal justru akan semakin menambah kuat branding Kota Solo sebagai Kota Kuliner atau tagline yang digembor-gemborkan netizen 'Solo The Spirit of Jajan'.

"Jadi tidak akan mengurangi branding itu dan bahkan akan semakin bagus bahwa Solo ini menjadi surga kuliner dan kemudian terdefinisikan secara vulgar terkait kuliner halal maupun non halal," kata Sugeng, Rabu (4/6/2025).

Begitupun dengan pelaporan yang hendak dilayangkan Sugeng terhadap Ayam Goreng Widuran alias masuk ke ranah hukum tidak akan mempengaruhi branding Kota Solo.

Hal itu diungkap oleh Sugeng usai mengutarakan rencananya melakukan pelaporan ke pihak berwajib sebagai korban terkait tidak ada pencantuman informasi bahan baku non halal yang digunakan dalam mengolah produk dagangan oleh Warung Ayam Goreng Widuran.

Disinggung terkait polemik yang tersebut, Sugeng mengatakan hal itu justru menjadi momentum yang baik untuk menegaskan kota Solo sebagai surganya kuliner.

AYAM GORENG WIDURAN - Suasana di Ayam Goreng Widuran Jalan Sutan Syahrir, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, Sabtu (24/5/2025). Heboh di media sosial Ayam Goreng Widuran di Kota Solo ternyata dimasak dengan bahan yang tidak halal.
AYAM GORENG WIDURAN - Suasana di Ayam Goreng Widuran Jalan Sutan Syahrir, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, Sabtu (24/5/2025). Heboh di media sosial Ayam Goreng Widuran di Kota Solo ternyata dimasak dengan bahan yang tidak halal. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

"Justru sangat menunjang, saya meyakini itu. Karena saya dapat support dari banyak pihak dari luar Solo yang mereka merasa bahwa ketika ada kejelasan dari semua penyedia kuliner tentang halal dan non halalnya mereka tetap ke Solo," katanya.

Baca juga: Efek Polemik Ayam Goreng Widuran Solo, Permintaan Sertifikat Halal Melonjak Drastis

Menurut Sugeng, ada dua jenis wisatawan atau pecinta kuliner yang memang datang ke Solo untuk menikmati jajanan yang ada di Kota tersebut baik yang kategori halal maupun non halal.

"Misalnya yang suka ayam goreng, mereka tidak akan kemudian lari dari ayam goreng. Di Solo kan ada banyak alternatif ayam goreng. Tapi yang butuh halal, mereka akan mencari yang produknya halal," urai politisi dari Partai PKS tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS : Anggota DPRD Solo Sugeng Riyanto Berencana Polisikan Ayam Goreng Widuran

"Atau sate misalnya, banyak penyedia sate dan kemudian ada yang non halal. Wisatawan yang ingin mencari sate halal pasti mereka akan mencari penjual sate yang telah lolos uji produk halal. Begitu juga sebaliknya ketika dia ingin mencari sate yang tidak halal juga sudah punya alternatif," lanjut dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved