DPRD Solo Polisikan Ayam Goreng Widuran
Anggota DPRD Sugeng Riyanto Yakini Polemik Ayam Goreng Widuran Makin Tegaskan Solo 'Surga Kuliner'
Polemik Ayam Goreng Widuran justru dianggap menjadi momentum yang baik untuk menegaskan kota Solo sebagai surganya kuliner.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggota Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto menyebut polemik Ayam Goreng Widuran terkait masuk kuliner halal atau non halal justru akan semakin menambah kuat branding Kota Solo sebagai Kota Kuliner atau tagline yang digembor-gemborkan netizen 'Solo The Spirit of Jajan'.
"Jadi tidak akan mengurangi branding itu dan bahkan akan semakin bagus bahwa Solo ini menjadi surga kuliner dan kemudian terdefinisikan secara vulgar terkait kuliner halal maupun non halal," kata Sugeng, Rabu (4/6/2025).
Begitupun dengan pelaporan yang hendak dilayangkan Sugeng terhadap Ayam Goreng Widuran alias masuk ke ranah hukum tidak akan mempengaruhi branding Kota Solo.
Hal itu diungkap oleh Sugeng usai mengutarakan rencananya melakukan pelaporan ke pihak berwajib sebagai korban terkait tidak ada pencantuman informasi bahan baku non halal yang digunakan dalam mengolah produk dagangan oleh Warung Ayam Goreng Widuran.
Disinggung terkait polemik yang tersebut, Sugeng mengatakan hal itu justru menjadi momentum yang baik untuk menegaskan kota Solo sebagai surganya kuliner.
"Justru sangat menunjang, saya meyakini itu. Karena saya dapat support dari banyak pihak dari luar Solo yang mereka merasa bahwa ketika ada kejelasan dari semua penyedia kuliner tentang halal dan non halalnya mereka tetap ke Solo," katanya.
Baca juga: Efek Polemik Ayam Goreng Widuran Solo, Permintaan Sertifikat Halal Melonjak Drastis
Menurut Sugeng, ada dua jenis wisatawan atau pecinta kuliner yang memang datang ke Solo untuk menikmati jajanan yang ada di Kota tersebut baik yang kategori halal maupun non halal.
"Misalnya yang suka ayam goreng, mereka tidak akan kemudian lari dari ayam goreng. Di Solo kan ada banyak alternatif ayam goreng. Tapi yang butuh halal, mereka akan mencari yang produknya halal," urai politisi dari Partai PKS tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS : Anggota DPRD Solo Sugeng Riyanto Berencana Polisikan Ayam Goreng Widuran
"Atau sate misalnya, banyak penyedia sate dan kemudian ada yang non halal. Wisatawan yang ingin mencari sate halal pasti mereka akan mencari penjual sate yang telah lolos uji produk halal. Begitu juga sebaliknya ketika dia ingin mencari sate yang tidak halal juga sudah punya alternatif," lanjut dia.
(*)
| Polemik Ayam Goreng Widuran Solo, Kemenag Tegaskan Rumah Makan Tak Bisa Self-Declare Halal |
|
|---|
| Kremesan dari Ayam Goreng Widuran Non Halal, Kemenag Solo : Pesan Ayamnya Saja Tetap Tak Halal |
|
|---|
| Ayam Goreng Widuran Dipolisikan, Anggota DPRD Solo : Tak Pengaruhi Tagline Solo The Spirit of Jajan |
|
|---|
| Nota Pembelian Bakal Jadi Bukti Anggota DPRD Solo Sugeng Riyanto Polisikan Ayam Goreng Widuran |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Anggota DPRD Solo Sugeng Riyanto Berencana Polisikan Ayam Goreng Widuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ayam-Goreng-Widuran.jpg)