Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Fakta Menarik Tentang Sragen

Asal-usul Pemandian Air Panas Bayanan di Sragen, Dulu jadi Peristirahatan Kaum Elite Belanda

Salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi di Sragen adalah Pemandian Air Panas Bayanan, atau dikenal juga sebagai Hyang Tirto Nirmolo.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Septiana Ayu
WISATA LEGENDARIS SRAGEN - Sumber mata air panas di Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (26/12/2022). Begini asal-usul Pemandian Air Panas Bayanan dan mitosnya. 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki destinasi wisata alam yang beragam, tidak hanya Museum Manusia Purba Sangiran.

Salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi di Sragen adalah Pemandian Air Panas Bayanan, atau dikenal juga sebagai Hyang Tirto Nirmolo.

Terletak di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, pemandian ini berada di kawasan utara lereng Gunung Lawu, sekitar 20 kilometer ke arah tenggara dari pusat Kota Sragen.

Baca juga: Asal-usul Air Terjun Girimanik di Wonogiri, Ada Legenda Dewi Rekatawati Melahirkan 3 Dewa

Lokasinya mudah diakses, hanya sekitar 25 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Asal-usul Pemandian Air Panas Bayanan

Pemandian Air Panas Bayanan bukan hanya menawarkan relaksasi, tetapi juga menyimpan cerita panjang dari masa lalu.

Dibangun pertama kali pada tahun 1808 oleh Tan Praul, seorang saudagar Belanda, tempat ini dulunya adalah lokasi peristirahatan kaum elite Belanda.

Pada tahun 1978, pemerintah Indonesia merenovasi kawasan ini dan mengembangkannya menjadi destinasi wisata umum.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, air panas di Bayanan memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, gatal-gatal, menurunkan kolesterol, serta membantu memulihkan kebugaran tubuh.

Baca juga: Asal-usul Gunung Kemukus yang Kini jadi Wisata Hits Sragen, Kisah Pangeran Samudra dan Ontrowulan

Bahkan, air dari sumber ini dipercaya dapat meningkatkan vitalitas, menjaga kesegaran sendi dan otot, menghilangkan kelelahan, hingga membuat awet muda.

Tak heran jika tempat ini senantiasa ramai pengunjung yang ingin membuktikan khasiatnya.

Tradisi dan Budaya

Kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman wisata.

Setiap tahun, warga Desa Jambeyan menggelar kirab Gong Kyai Bayan, sebuah acara budaya dalam rangkaian Merti Umbul Tirta Nirmala Bayanan.

Baca juga: Asal-usul Bukit Patrum yang Kini jadi Wisata Hits di Klaten Jateng, Ada Mitos Omah Demit

Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur atas karunia alam sekaligus pelestarian warisan leluhur.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved