Fakta Menarik Tentang Wonogiri

Asal-usul Air Terjun Girimanik di Wonogiri, Ada Legenda Dewi Rekatawati Melahirkan 3 Dewa

Tak hanya keindahan alam, Air Terjun Girimanik juga dipenuhi cerita rakyat dan legenda lokal yang memperkaya pengalaman wisata.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
ticmpu.id
WISATA WONOGIRI - Air Terjun Girimanik di Wonogiri, Jawa Tengah. Begini asal-usul Air Terjun Girimanik dan legendanya yang terkenal. (ticmpu.id) 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kabupaten Wonogiri menyajikan destinasi alam yang tak kalah menariknya dari Karanganyar atau Gunungkidul.

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Wonogiri adalah Air Terjun Girimanik.

Terletak di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Air Terjun Setren Girimanik adalah salah satu destinasi wisata alam yang menawan dan menyimpan segudang keistimewaan.

Baca juga: Asal-usul Gunung Kemukus yang Kini jadi Wisata Hits Sragen, Kisah Pangeran Samudra dan Ontrowulan

Dengan ketinggian mencapai sekitar 70 meter, air terjun ini menyuguhkan pemandangan megah dengan air jernih yang jatuh deras dari tebing tinggi, menciptakan gemuruh yang menenangkan dan menyegarkan jiwa.

Air yang mengalir langsung dari mata air pegunungan ini terasa segar dan murni, membuat banyak pengunjung tidak melewatkan kesempatan untuk mencuci muka atau berendam kaki.

Meski menawarkan sensasi menyegarkan, pengunjung tetap disarankan berhati-hati karena bebatuan di sekitar aliran air bisa licin.

Asal-usul Air Terjun Girimanik

Tak hanya keindahan alam, kawasan ini juga dipenuhi cerita rakyat dan legenda lokal yang memperkaya pengalaman wisata.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Air Terjun Girimanik merupakan tempat pemandian para dewa pada zaman dahulu, sehingga airnya dianggap membawa berkah dan keberuntungan.

Dikisahkan, wilayah pegunungan Girimanik merupakan tempat pertapaan tiga bersaudara yang merupakan anak dari Sang Hyang Tunggal, yang berkedudukan di Kayangan.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Doyong di Miri Sragen, Ada Kisah Putra Prabu Brawijaya V Bersandar di Pohon

Dalam cerita pewayangan, Sang Hyang Tunggal dipercaya sebagai dewa tertinggi.

Dikisahkan bahwa Dewi Rekatawati, istri Sang Hyang Tunggal, melahirkan sebutir telur.

Telur tersebut disabda oleh Sang Hyang Tunggal menjadi tiga orang bayi laki-laki yang diberi nama, yaitu Batara Manikmaya, Batara Tejomaya, dan Batara Ismaya.

Ketiga bayi tersebut diserahkan kepada Sang Hyang Tunggal untuk dididik dengan baik.

Baca juga: Asal-usul Bukit Patrum yang Kini jadi Wisata Hits di Klaten Jateng, Ada Mitos Omah Demit

Setelah cukup umur, tiga dewa turun ke dunia untuk bertapa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved