Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Info Sukoharjo

200 Relawan SAR Sukoharjo Diberi Pembinaan Tanggap Bencana, Bupati Etik Beri Pesan Khusus

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan didampingi Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo.

Tribun Solo / Anang Maruf
PEMBINAAN TANGGAP BENCANA. Sebanyak 200 relawan Search and Rescue (SAR) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo mengikuti kegiatan pembinaan penanggulangan bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo di kawasan Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, pada Rabu (18/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 200 relawan Search and Rescue (SAR) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo mengikuti kegiatan pembinaan penanggulangan bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo di kawasan Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, pada Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan didampingi Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Sukoharjo, Bupati Etik Ungkap Harapannya

Bupati Etik menyampaikan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan relawan agar siap diterjunkan saat terjadi bencana.

"Relawan diberikan ilmu dan pelatihan agar mereka punya skill serta kemampuan ketika terjadi bencana di Kabupaten Sukoharjo. Karena bencana bisa datang kapan saja, misalnya saat hujan deras atau angin kencang. Maka saat dibutuhkan, relawan bisa langsung bergerak ke lokasi," ujar Etik, Rabu (18/6/2025)

Etik menambahkan, saat ini terdapat 865 relawan yang sudah terdaftar. Namun, baru 30 desa di Sukoharjo yang telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Harapan saya, desa-desa yang rawan bencana segera membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana). Dengan begitu, ketika ada bencana bisa segera direspons oleh relawan di wilayah tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, pembinaan kali ini meliputi lima materi utama yang disesuaikan dengan jenis potensi bencana di Sukoharjo.

“Ada lima jenis pelatihan yang kami berikan, yakni pelatihan dapur umum, water rescue (penyelamatan air), Medical First Responder (MFR), manajemen posko, serta pemanfaatan alat dan perlengkapan (alkon),” jelas Ariyanto.

Etik berikan bantuan saat pelatihan
BERI PEMBINAAN. Sebanyak 200 relawan Search and Rescue (SAR) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo mengikuti kegiatan pembinaan penanggulangan bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo di kawasan Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, pada Rabu (18/6/2025).

Baca juga: Bupati Etik dan Wabup Eko Kompak Sidak Perbaikan Jalan di Wirun-Palur Kecamatan Mojolaban Sukoharjo

Menurutnya, relawan yang terlibat merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Sukoharjo, dengan jumlah 15 hingga 20 orang per-kecamatan. 

Pembinaan juga dilakukan secara kolaboratif dengan PMI, Dinas Kesehatan, SAR Kabupaten, dan Tagana Dinsos Sukoharjo.

“Pelatihan dapur umum disiapkan untuk kebutuhan saat pengungsian. Water rescue penting karena Sukoharjo rawan banjir. Pemanfaatan alkon diperlukan untuk penanganan pasca-banjir maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” paparnya.

Selain itu, pelatihan MFR atau pertolongan pertama diberikan agar relawan mampu menangani korban di lokasi sebelum petugas medis tiba. 

Sedangkan materi manajemen posko ditujukan agar para relawan dapat bekerja terstruktur dan tidak bergerak sendiri-sendiri saat penanganan bencana.

"Dengan pelatihan ini, relawan diharapkan tidak bergerak liar, tapi tahu harus ke mana dan berbuat apa saat bencana terjadi," pungkas Ariyanto. 

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved