Fakta Menarik Tentang Boyolali

Asal-usul Air Terjun Semuncar di Boyolali Jateng, Kini jadi Surga Tersembunyi, Namanya Filosofis

Meski belum terlalu dikenal luas, destinasi wisata ini digadang-gadang sebagai hidden gem di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
WISATA BOYOLALI - Air Terjun Semuncar di Lereng Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah. Beginilah asal-usul nama Air Terjun Semuncar. (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA) 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Di balik lebatnya hutan lereng timur Gunung Merbabu, tersembunyi sebuah wisata alam mempesona, yakni Air Terjun Semuncar.

Meski belum terlalu dikenal luas, destinasi wisata ini digadang-gadang sebagai hidden gem di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Namun, untuk bisa menikmati keindahan alamnya, pengunjung harus siap menghadapi medan yang cukup ekstrem.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Selokaton di Gondangrejo Karanganyar, Ada Kisah Batu Besar

Asal-usul Air Terjun Semuncar

Air Terjun Semuncar terletak di Desa Candisari, Kecamatan Ampel, dan berjarak sekitar 2 kilometer dari titik parkir.

Meski terkesan dekat, waktu tempuh bisa memakan waktu 1 hingga 2 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca.

Hal ini karena jalur trekking sangat menantang: mulai dari hutan lebat, sungai berarus deras, jalur berbatu, hingga tanjakan nyaris vertikal yang mengharuskan bantuan tali.

Menariknya, tidak ada petunjuk jalan resmi menuju lokasi air terjun

Maka dari itu, kehadiran penduduk lokal sebagai pemandu sangat diperlukan.

Mereka biasanya membawa tali dan membantu wisatawan melintasi jalur yang sulit dan licin.

Baca juga: Asal-usul Nama Desa Karangturi di Gantiwarno Klaten, Bermula dari Ucapan Ki Bei Surongso

Air Terjun Tempuran

Sebelum mencapai Air Terjun Semuncar, pengunjung akan disambut oleh Air Terjun Tempuran, air terjun kecil setinggi sekitar 3 meter yang menawarkan panorama asri dan udara segar. Lokasi ini menjadi titik istirahat yang ideal sebelum melanjutkan petualangan.

Dari sini, perjalanan berlanjut menyusuri aliran sungai berbatu besar. Jalur berikutnya semakin ekstrem, bahkan beberapa titik mengharuskan pengunjung melawan arus sungai karena tidak ada jalan lain.

Trekking di kawasan ini menuntut kehati-hatian tinggi agar tidak terjadi kecelakaan.

Semua usaha dan peluh akan terbayar lunas begitu mencapai titik akhir perjalanan.

Baca juga: Asal-usul Alas Mbogo Wonogiri, Dulu Dikenal Angker dan Mistis, Kini jadi Destinasi Wisata Religi

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved