Makan Bergizi Gratis di Solo
Menu MBG di Solo Akan Lebih Menarik Anak-anak, Ada Masakan Asian hingga Eropa
Dapur yang ia dirikan di Jalan Dr. Wahidin Penumping, Laweyan ini dapat melayani hingga 8000 porsi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah satu pemilik usaha tempat makan di Solo mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penumping Laweyan.
Pemilik usaha tersebut mengaku butuh modal sekitar Rp 5-6 miliar untuk berinvestasi dalam SPPG ini.
Baca juga: Gibran Blak-blakan Sebut Gus Miftah sebagai Gurunya, Sudah Dekat Sejak jadi Wali Kota Solo
Mulai dari untuk alat masak hingga sterilisasi alat makan.
Dapur yang didirikan di Jalan Dr. Wahidin Penumping, Laweyan ini dapat melayani hingga 8000 porsi.
Pihaknya juga berusaha menghadirkan sejumlah menu yang menarik bagi anak-anak yang menjadi sasaran.
Tak hanya menu Indonesia, menu dari berbagai negara juga dihadirkan dalam program ini, seperti menu Indonesia, Oriental, Asian hingga Eropa.
Menurutnya, salah satu kendala terbesar pendirian SPPG di Solo yakni karena keterbatasan lahan.
Penipuan Berkedok Mitra MBG di Solo
Belakangan ramai puluhan pelaku UMKM dan warga di wilayah Solo Raya diduga menjadi korban penipuan berkedok kemitraan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan oleh sebuah yayasan bernama Barisan Nasional (Barnas).
Para korban telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Surakarta pada Senin (29/7/2025).
Baca juga: Upaya Berantas Penipuan Berkedok Mitra MBG di Solo, Bakal Ada Pusat Data Pelayanan Informasi
Modus penipuan dilakukan dengan mengatasnamakan program nasional MBG, yang disebut-sebut bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat tidak mampu.
Dalam operasinya, pihak yayasan merekrut mitra penyedia makanan dengan iming-iming keuntungan.
Tak hanya itu, korban juga telah mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi dapur agar sesuai dengan standar yang diminta pihak yayasan.
Menurut para korban, pihak yayasan juga sempat membagikan draft nota kesepahaman (MoU) yang isinya tidak jelas, bahkan tanggal pelaksanaan pun tidak dicantumkan.
Namanya Ikut Terseret Kasus Dugaan Penipuan Mitra MBG, Paulus Haryoto 3 Kali Jadi Anggota DPRD Solo |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Penipuan Berkedok MBG di Solo: Eks Anggota DPRD Haryoto Paulus Buka Suara |
![]() |
---|
5 Fakta Penipuan Berkedok Mitra MBG di Solo, Tergiur Usai Sosialisasi di Rumah eks Anggota DPRD Solo |
![]() |
---|
Upaya Berantas Penipuan Berkedok Mitra MBG di Solo, Bakal Ada Pusat Data Pelayanan Informasi |
![]() |
---|
Isi Perjanjian Kerja Sama dalam Dugaan Penipuan Mitra MBG di Solo, Calon Mitra Cium Kejanggalan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.