Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Makan Bergizi Gratis di Solo

Kasus Dugaan Penipuan Berkedok MBG di Solo: Eks Anggota DPRD Haryoto Paulus Buka Suara

Eks Anggota DPRD Solo Paulus buka suara. Dia tak terima namanya dicatut oleh Yayasan Barnas, mengaku jadi mitra penyedia MBG.

TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
BUKA SUARA. Eks anggota DPRD Solo Paulus Haryoto. Dia menegaskan dirinya tak terkait dugaan penipuan MBG. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kader PDIP sekaligus mantan anggota DPRD Solo, Haryoto Paulus buka suara usai namanya diseret-seret dalam kasus dugaan penipuan berkedok mitra penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh Yayasan Barisan Nasional (Barnas).

Paulus menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam program yang ditawarkan oleh Yayasan Barnas kepada ratusan masyarakat di Kota Solo tersebut.

Meski demikian, Paulus menegaskan bahwa dirinya kenal dengan sosok Ketua Yayasan Barnas, Ery Primasari Kusuma.

"Jadi perlu saya jelaskan bahwa memang hubungan saya dengan Ketua Barnas, mbak Ery itu sudah lama terjalin pertemanan. Saling memberikan bantuan dan informasi kegiatan. Jadi sudah lama kenalnya (Barnas) sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial," terang Paulus saat ditemui Senin (11/8/2025) siang.

Paulus menegaskan dirinya hanya sekali menjadi fasilitator untuk mempertemukan antara Yayasan Barnas dengan calon mitra penyedia dapur MBG

"Nah pada beberapa waktu yang lalu mbak Ery menyampaikan kepada saya, Pak Paulus ini ada program untuk ibu-ibu atau UMKM, karena pak Paulus punya basis yang banyak tolong dong kalau ada yang berminat. Pak Paulus undang untuk ikut," kata dia.

Meski bersedia menjadi fasilitator, Paulus telah memperingatkan kepada Yayasan Barnas untuk konsen pada perjanjian kerja sama yang sah secara hukum.

"Maka saya sampaikan, oke saya bantu. Tetapi dalam awal itu saya sudah wanti-wanti untuk menyampaikan tentang kegiatan ini. Apa itu? Yang saya wanti-wanti ini karena kegiatan ini bersifat menggalang masyarakat. Saya ingatkan bahwa kegiatannya harus ada MoU atau legalitas dari kegiatan itu. Itu sudah saya sampaikan awal dan mbak Ery sudah juga merespon itu," lanjut dia.

Paulus juga tak memungkiri bahkan kediamannya ia persilahkan untuk digunakan sebagai tempat pertemuan atau sosialisasi oleh Yayasan Barnas. Ia pun juga sempat mengundang beberapa temannya yang berminat bergabung dalam program yang ditawarkan.

"Maka ketika pada waktu sudah ada yang mau. Saya undang ibu-ibu ke rumah saya dan di situ juga hadir Barnas yang sosialisasi pada waktu itu langsung ketua Barnas, mbak Ery. Maka terjadilah sosialisasi di rumah saya. Sekitar 40-an yang saya undang. Kemudian begitu perjalanannya sampai pada proses registrasi mereka sudah registrasi pendaftaran calon," jelasnya.

Namun berjalannya waktu, ternyata muncul masalah ketidakpastian program dan membuat dirinya didesak oleh sejumlah rekannya yang telah bergabung untuk bisa menanyakan kejelasan kepada Yayasan Barnas.

"Ada beberapa mitra yang tidak sabar dan minta solusi kepada saya. Ya sudah klarifikasi, saya ketemukan dengan mbak Ery. Waktu itu nggak nggak ketemu di kos-kosannya. Ketemu mas Pipit, sekretaris asistennya. Nanti akan disampaikan," ungkap Paulus.

Bahkan ketika sejumlah mitra merasa ada kejanggalan dengan program tersebut dan berniat meminta bantuan ke Polresta Solo. Paulus menegaskan bahwa dirinya juga ikut mendampingi mereka.

Ia pun menegaskan bahwa kedatangan sejumlah calon mitra penyedia MBG ke Polresta Solo itu bukan untuk mengadukan atau melaporkan dirinya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved