Di Hari Kartini, Telkomsel Hadirkan Layanan Terbaik: Mendengar dan Melayani Sepenuh Hati
Di Hari Kartini yang sarat makna tentang suara dan ruang, Telkomsel menghadirkan sebuah pertemuan yang terasa berbeda.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Tidak semua bentuk pelayanan harus dimulai dari memberi. Terkadang, ia berawal dari hal sederhana: duduk bersama dan mendengarkan.
Di Hari Kartini yang sarat makna tentang suara dan ruang, Telkomsel menghadirkan sebuah pertemuan yang terasa berbeda.
Melalui kegiatan “Telkomsel Prestige Customers Gathering” di Hotel Wahid Prime Salatiga, para pelanggan terpilih diundang hadir bukan sekadar sebagai pengguna layanan, tetapi sebagai cerita yang ingin dipahami.
Suasananya hangat, tanpa sekat dan tanpa jarak.
Obrolan ringan mengalir di sela makan siang, diiringi alunan live music yang menenangkan, serta senyum-senyum tulus yang tercipta secara alami.
Baca juga: IndiHome Telkomsel Hadirkan Ultra Mesh Wi‑Fi untuk Rumah Banyak Sekat dan Kamar, Perluas Jangkauan!
Namun di balik kehangatan itu, ada hal yang lebih bermakna: sebuah ruang untuk berbicara.
Berbagai pelanggan, mulai dari pengguna postpaid (Kartu Halo), prepaid (SIMPATI dan by.U), hingga IndiHome, datang membawa pengalaman masing-masing.
Ada yang berbagi kemudahan yang dirasakan, ada pula yang dengan jujur menyampaikan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
Hari itu, setiap cerita terasa penting dan dihargai.
Telkomsel tidak hanya hadir untuk menjawab, tetapi untuk benar-benar memahami.
GM Mobile Consumer Business Regional Jawa Tengah & DIY, Gamada, menyampaikan;
“Kami hadir untuk mendengar langsung pengalaman pelanggan, baik yang positif maupun yang masih perlu perbaikan. Semua ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya.”
Dalam momen tersebut, terasa bahwa melayani sepenuh hati bukan sekadar slogan.
Baca juga: Telkomsel Regional Jateng DIY Sambut Natal dan Tahun Baru: Pastikan Kesiapan Jaringan hingga Layanan
Ia hadir dalam bentuk keterbukaan, kesediaan menerima masukan, dan komitmen untuk terus bertumbuh.
Karena pada akhirnya, hubungan tidak dibangun dari layanan semata, melainkan dari rasa saling percaya.
Bagi Telkomsel, setiap masukan adalah langkah kecil menuju sesuatu yang lebih besar.
Bagi pelanggan, ini menjadi pengingat bahwa di balik teknologi, selalu ada manusia yang ingin terhubung bukan hanya melalui jaringan, tetapi juga melalui perhatian.
Dan di Hari Kartini ini, Telkomsel memilih cara paling mendasar untuk terus melangkah: mendengar, memahami, dan melayani dengan sepenuh hati.
(*)
| Kenakan Pakaian Adat Nusantara, Seluruh Sekolah Naungan Yayasan Al Abidin Rayakan Hari Kartini |
|
|---|
| Rayakan Hari Kartini Bareng Buruh Gendong Hingga Ibu-Ibu PKK, Wawali Astrid Ungkap Rasa Syukurnya |
|
|---|
| Semangat Kartini Hidup dalam Kreativitas Siswa Sekolah Al Abidin |
|
|---|
| Pesan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Hari Kartini, Ajak Perempuan Berkontribusi dalam Pembangunan |
|
|---|
| Peringatan Hari Kartini di Klaten, Bupati Hamenang: "Perempuan Bukan Pelengkap Tapi Kekuatan Utama" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Telkomsel-Prestige-Customers-Gathering.jpg)