Musim Kemarau di Wonogiri

Agustus Masuki Masa Kemarau Basah, Warga di Wonogiri Dapat Imbauan Waspadai Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan saat ini tengah memasuki musim kemarau basah. 

TribunSolo.com/Anang Maruf
KEMARAU BASAH - Ilustrasi kemarau di Solo Raya, beberapa waktu lalu. Pada bulan Agustus ini disebut tengah memasuki puncak musim kemarau. Warga Wonogiri diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi. 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bulan Agustus disebut tengah memasuki puncak musim kemarau

Warga di Wonogiri diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan saat ini tengah memasuki musim kemarau basah. 

Artinya hujan masih akan tetap mengguyur saat musim kemarau

Namun durasinya singkat tapi dengan intensitas cukup lebat. 

"Tapi karena kemarau basah, masih ada hujan yang mengguyur," katanya.

KEMARAU BASAH - Ilustrasi kemarau di Solo Raya, beberapa waktu lalu. Pada bulan Agustus ini disebut tengah memasuki puncak musim kemarau. Warga Wonogiri diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi.
KEMARAU BASAH - Ilustrasi kemarau di Solo Raya, beberapa waktu lalu. Pada bulan Agustus ini disebut tengah memasuki puncak musim kemarau. Warga Wonogiri diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang bisa terjadi. (TribunSolo.com / Ryantono Puji)

Ia menjelaskan meski memasuki puncak kemarau, namun sudah seperti masa transisi ke musim penghujan.

"Diperkirakan pada November-Desember kita masuk di musim penghujan," kata dia.

Baca juga: Waspada Cuaca Esktrem di Solo Raya, Musim Kemarau Tahun ini Lebih Pendek

Adapun yang perlu diwaspadai masyarakat adalah potensi bencana hujan deras yang mana bisa menyebabkan banjir.

Yang bisa dilakukan masyarakat adalah melakukan antisipasi. Semisal di wilayah sekitar ada tanggul, masyarakat bisa mengecek misalnya ada retakan yang bisa membahayakan lingkungan.

"Biasanya bisa terjadi air bah. Maka yang bisa dilakukan, masyarakat mempelajari dampak yang berpotensi terjadi di lingkungan," kata dia. 

Fenomena Kemarau Basah, Musim Kering tapi Tetap Diguyur Hujan

Istilah kemarau basah kini semakin sering terdengar dalam pembahasan iklim di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika seharusnya memasuki musim kemarau, namun curah hujan justru tetap tinggi di sejumlah wilayah.

Secara umum, musim kemarau di Indonesia berlangsung pada Mei hingga Oktober.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved