"Musum sekarang, terutama di negara kita masih dianggap sebagai hal yang sekedar ampiran (mampir) dan tidak serius," kata Bambang.
Monumen Pers juga menyimpan benda-benda lingkup pers seperti mesin ketik, kamera, hingga radio pemancar.
Widodo mengungkapkan, pihaknya menginginkan Monumen Pers menjadi lebih 'kekinian' agar akrab dengan generasi sekarang.
Adalah Supardi, satu di anatara banyak orang yang ikut nadil dalam merawat jutaan koleksi di museum ini. Supardi bekerja di Monumen Pers sejak 1986.
Mempelajari perjalanan pers tanah air tak lengkap rasanya jika tak menilik Kota Solo.