Berita Sragen Terbaru
Apabila Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sragen, Wali Murid Minta Durasi 2 Jam Per-Hari
Pembelajaran tatap muka di Sragen batal dilaksanakan, andaikata terjadi para wali murid meminta beberapa persyaratan
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pembelajaran tatap muka batal dilaksanakan pada tahun depan.
Pembatalan tersebut dilakukan menyusul tingginya jumlah kasus Covid-19 di seluruh Indonesia akhir-akhir ini.
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Sragen Terus Menanjak, Wali Murid Setuju Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sragen Terus Bertambah, Pemkab Keluarkan Surat Edaran, Begini Isinya
Seorang wali murid di Sragen, Ninis mengatakan, pembelajaran tatap muka di tengah pandemi bisa dilakukan namun dengan sejumlah catatan.
Menurutnya, saat anak berada di sekolah tidak belajar selama delapan jam penuh.
"Untuk saya sih, murid bisa ada di sekolah paling lama dua jam," paparnya kepada Tribunsolo.com, Selasa (29/12/2020).
Walau akan menerapkan sistem belajar secara bergantian, kata dia, jika lebih dari dua jam pelajaran tetap mengkhawatirkan.
"Karena anak-anak ini belum tentu bisa mematuhi protokol kesehatan meski sudah diberi tahu," katanya.
Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan bahwa rencana pembelajaran tatap muka ditunda.
"Menunda pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, dan Dikmas maupun pendidikan non formal lainnya."
"Optimalkan pembelajaran jarak jauh dengan metode yang inovatif dan kreatif," ujar Yuni. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/siswa-smpn-2-melakukan-pembelajaran-secara-tatap-muka.jpg)