Cuaca Terik Ancam Konsentrasi Pengendara, Astra Motor Jateng Ingatkan Bahaya Microsleep
Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem tersebut.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Hanang Yuwono
Di antaranya dengan menjaga asupan cairan, menggunakan perlengkapan berkendara yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik, serta mengenali tanda-tanda kelelahan tubuh.
Pengendara disarankan tidak menunggu haus untuk minum dan sebaiknya beristirahat setiap 60 hingga 90 menit saat melakukan perjalanan jauh.
Baca juga: Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram
Penggunaan jaket berprotektor dengan bahan yang mampu mengalirkan udara serta visor helm yang bersih juga dapat membantu mengurangi dampak panas dan silau matahari.
"Jika leher mulai terasa kaku atau menguap berulang kali dalam waktu singkat, jangan dipaksakan. Menepilah dan beristirahat di tempat yang aman," ujarnya.
Oke menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengendara.
“Berkendara di jalan raya bukan sekadar soal keterampilan memutar tuas gas atau kemahiran meliuk di antara kendaraan. Esensi tertinggi dari keselamatan berkendara adalah manajemen energi tubuh dan kontrol emosi, serta #Cari_Aman selalu,” pungkas dia. (*)
| AHM Cari Kreator Gen Z untuk Kampanye Safety Riding Lewat Media Sosial |
|
|---|
| Jangan Anggap Sepele! Cuaca Panas Bisa Picu Microsleep hingga Emosi Saat Berkendara |
|
|---|
| AHM Gelar Safety Riding Short Movie Contest 2026, Gen Z Diajak Bikin Konten Keselamatan Berkendara! |
|
|---|
| Astra Honda Buka Pos AHASS TEFA, Siswa SMK Ditempa Layaknya Mekanik Profesional! |
|
|---|
| Meningkatnya Mobilitas Wisatawan, Pengendara Diimbau Tingkatkan Antisipasi dan Etika Berkendara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-berkendara-saat-cuaca-panas-dan-terik.jpg)