Ramadhan 2026

Asal Muasal Buka Bersama, Tradisi Warga Solo Raya Tiap Ramadhan, Tak Sekadar Makan-makan

Hotel dan rumah makan beramai-ramai memberikan promo buka puasa bersama dengan harga miring untuk menarik minat masyarakat.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
BUKA PUASA RAMADHAN - Ribuan umat Islam melakukan buka puasa bersama di Masjid Raya Makassar, Sabtu (21/7/2012). Beginilah sejarah tradisi buka bersama tiap Ramadhan 2026. (Tribun Timur/Muhammad Abdiwan) 

Ringkasan Berita:
  • Tiap Ramadhan, Solo Raya identik dengan buka bersama (bukber) di masjid, restoran, hotel, hingga warung, sebagai sarana mempererat silaturahmi.
  • Tradisi bukber berakar dari Islam, Nabi Muhammad SAW menganjurkan berbuka bersama sahabat, dan berkembang di berbagai budaya lokal seperti Meugang, Nyorog, Megibung, Megengan.
  • Bukber terbagi tiga jenis: internal lembaga, sosial-karitatif, dan gabungan publik; di Solo Raya, tradisi ini menjadi momen memperkuat iman dan kebersamaan tiap Ramadan.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tiap bulan Ramadhan di Solo Raya, Jawa Tengah, identik dengan tradisi buka bersama alias bukber.

Ya, begiti bulan Ramadhan menyapa Kota Solo dan sekitarnya, jamak pemandangan orang-orang makan bersama di warung kaki lima, hotel, hingga restoran saat waktu berbuka puasa tiba.

Hotel dan rumah makan beramai-ramai memberikan promo buka puasa bersama dengan harga miring untuk menarik minat masyarakat.

Baca juga: Mengenal Jaburan, Tradisi Bagi-bagi Makanan Selama Ramadhan yang Masih Dilestarikan di Solo Raya

Kegiatan ini dianggap bukan sekadar makan bersama, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan menguatkan nilai empati serta solidaritas antar sesama.

Asal Muasal Buka Bersama

Tradisi buka bersama memiliki akar dari sejarah Islam.

Nabi Muhammad SAW dianjurkan berbuka puasa bersama sahabatnya, memastikan tidak ada yang berbuka sendirian jika masih tersedia makanan.

Hidangan sederhana seperti kurma dan air menjadi simbol kebersamaan.

Dr. Hamidulloh menjelaskan bahwa memberi makan orang yang berpuasa merupakan amal yang pahalanya sama dengan orang yang berpuasa.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Selama Ramadhan 2026, Cek Jam Berangkatnya

Hal ini tertuang dalam hadis:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Tradisi ini pun berkembang di masjid-masjid besar, seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, di mana ribuan orang duduk bersama untuk berbuka, saling berbagi makanan dan keberkahan.

NIKMATI BUKA PUASA - Sejumlah anak yatim menikmati takjil dalam buka puasa di Hotel Horison jalan Jenderal Sudirman Makassar, Minggu (20/7/2014). (tribun timur/muhammad abdiwan)
NIKMATI BUKA PUASA - Sejumlah anak yatim menikmati takjil dalam buka puasa di Hotel Horison jalan Jenderal Sudirman Makassar, Minggu (20/7/2014). (tribun timur/muhammad abdiwan) (tribun timur/muhammad abdiwan)

Makna Bukber dalam Kehidupan Sosial

Bukber menjadi momen penting untuk bersyukur dan meningkatkan empati.

Hidangan buka puasa beragam sesuai budaya dan kuliner daerah, mulai dari kolak di Indonesia hingga nasi biryani dan baklava di Timur Tengah.

Selain itu, lembaga pemerintah, LSM, badan amal, serta media sering mendukung acara buka bersama, menjadikannya bagian dari Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved