Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Kue Kembang Jambu, Camilan Jadul Khas Klaten yang Kini Mulai Langka

Varian manis biasanya diberi balutan gula bubuk yang lengket di permukaannya, sehingga menambah kenikmatan saat disantap.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo/Zharfan
KULINER JADUL KLATEN - Produksi Kembang Jambu di Dukuh Kalongan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Beginilah asal-usul Kembang Jambu, kuliner jadul Klaten. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya terkenal dengan wisata umbulnya.

Namun juga masih banyak kuliner unik di Klaten yang sulit ditemui di daerah lain.

Salah satu kuliner unik khas Klaten yang kini langka adalag Kue Kembang Jambu.

Baca juga: Sejarah Gatot, Jajanan Legendaris yang Kini Langka di Wonogiri, Makanan Sejak Zaman Kemerdekaan

Camilan unik berbentuk menyerupai kelopak bunga dengan ukuran cukup besar ini dikenal memiliki tekstur yang renyah dan mudah hancur di mulut atau biasa disebut “ambyar”.

Kue kembang jambu hadir dengan dua varian rasa yang menggoda selera, yaitu gurih dan manis.

Varian manis biasanya diberi balutan gula bubuk yang lengket di permukaannya, sehingga menambah kenikmatan saat disantap.

Warisan Kuliner yang Masih Bertahan

Keberadaan kue kembang jambu tak lepas dari perjuangan prajin yang tetap setia melestarikan camilan tradisional ini.

Salah satu rumah produksi terbesar di Klaten adalah Berkah Jaya, yang berlokasi di Dukuh Kalongan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen.

Baca juga: Sejarah Bothok Miri, Kuliner Langka dan Legendaris yang Masih Eksis di Sukoharjo

Pemiliknya bernama Heru Purwanto.

Usaha pembuatan kue ini awalnya dijalankan oleh ibunya dan kakaknya.

Usaha tersebut bermula setelah bisnis mebel keluarga sang pemilik harus gulung tikar pada masa krisis moneter 1998.

“Awalnya dulu keluarga punya usaha mebel, lalu ketika krisis moneter banyak pengusaha yang gulung tikar. Di sini sudah banyak yang usaha membuat kembang jambu, lalu ibu mencoba ikut membuat,” jelas Heru kepada TribunSolo.com, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: Sejarah Dodol Susu jadi Kuliner Boyolali, Kreativitas Warga Selo Olah Susu Sapi Pasca-Erupsi Merapi

Namun, seiring waktu, banyak pelaku UMKM yang berhenti membuat kue ini karena tidak ada regenerasi, sehingga kini hanya tersisa sekitar lima rumah produksi, dengan Berkah Jaya sebagai yang terbesar.

Proses Produksi Tradisional yang Teliti

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved