Pekerja Bangunan di Solo Tewas
Sosok Mbah Dirjo, Warga Ngemplak Tewas Terjatuh saat Pasang Atap di Solo, Usia 88 Tahun Masih Nukang
Dirjo Supatmo (85) meninggal dunia saat bekerja di sebuah proyek bangunan di kawasan Busukan, RT 2 RW 27 Kelurahan Mojosongo.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
"Tidak suka ngrepoti anak cucu. Selagi masih kuat, ya usaha sendiri," katanya.
Dia menyebut, korban sejak muda memang dikenal sebagai tukang bangunan profesional.
"Tukang pertama di kampung ini ya pak Dirjo," ujarnya.
Baca juga: Kisah Perjuangan NDX AKA, Mantan Kuli Bangunan yang Kini Konsernya Selalu Ramai Penonton
Sementara itu, Sri Suparsih salah satu anak mengaku sebenarnya sudah meminta almarhum untuk istirahat.
Namun, almarhum tak pernah mau.
"Malah nesu (marah)," ujarnya.
Anak-anak pun tak bisa berbuat banyak.
"Ya penginnya bapak itu ya tetap kerja. Tidak mau ngrusuhi gitu lah," ujarnya.
Almarhum memiliki 8 anak dari 2 ibu.
"Cucunya 8. Buyutnya ada 16," pungkasnya.
Kronologi Meninggalnya Dirjo Supatmo
Dirjo Supatmo, seorang pria lanjut usia asal Ngemplak, Boyolali, yang meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian saat bekerja di proyek bangunan kawasan Busukan, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diperoleh TribunSolo.com, Dirjo lahir pada 24 November 1940.
Kecelakaan itu terjadi saat ia mengangkat material ke lantai atas, dan berujung pada kematian di lokasi kejadian.
Baca juga: Setelah Tangkap Otak Penculikan Kacab Bank BUMN di Sukoharjo, Tersangka Lain Ditangkap di Semarang
Korban yang berasal dari Kelurahan Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tertelungkup di tanah dan bersimbah darah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.