Hari Lahir Pancasila

Pesan Bupati Rober di Hari Lahir Pancasila: Ajak Masyarakat Karanganyar Jaga Persatuan

Bupati Rober mengajak masyarakat Karanganyar untuk menjaga persatuan di Hari Lahir Pancasila.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
HORMAT. Bupati Karanganyar Rober Christanto menjadi pembina upacara dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin (1/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Karanganyar Rober Christanto menjadi pembina upacara Harkitnas dan Hari Lahir Pancasila 2026, serta menekankan pentingnya menjaga persatuan dan nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi.
  • Ia menyebut generasi muda sebagai kunci masa depan bangsa, sehingga perlu dibekali karakter, moral, dan nilai kebangsaan selain pendidikan dan keterampilan.
  • Pemkab Karanganyar juga menyerahkan penghargaan News Anchor Competition “Gempur Rokok Ilegal” sebagai ajang kreativitas pelajar.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Rober Christanto, bertindak sebagai pembina upacara dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, semangat persatuan serta nilai-nilai Pancasila semakin penting untuk terus dijaga.

Ia menyampaikan, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila merupakan dua peristiwa penting yang saling berkaitan dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat lahirnya kesadaran kebangsaan melalui berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, sementara Hari Lahir Pancasila menjadi penegas arah dan jati diri bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” kata Rober.

Menurutnya, tema Harkitnas 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

Karena itu, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berfokus pada akademik dan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter, moral, serta nilai kebangsaan yang kuat.

Baca juga: Bupati Rober Saksikan Peresmian KDMP Nasional dari Karanganyar, Dukung Jadi Penggerak Ekonomi Desa

“Generasi muda hidup di era penuh peluang sekaligus tantangan. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif, memiliki karakter kuat, serta tetap berpegang pada nilai kebangsaan agar tidak kehilangan jati diri,” ujarnya.

Ia menegaskan Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ia menegaskan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.

Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial disebut telah menjadi perekat bangsa dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Ketika kita saling menghormati, membantu, dan bergotong royong, maka kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera dapat terwujud,” katanya.

Lebih lanjut, Rober mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial dan teknologi digital agar dapat menyebarkan informasi positif serta mendorong kreativitas dan inovasi.

Ia juga menilai Karanganyar memiliki modal besar untuk berkembang melalui potensi pertanian, pariwisata, budaya, dan sumber daya manusia yang ada.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved