Aksi Solidaritas Ojol

65 Pemuda Diamankan saat Perusakan DPRD Solo Banyak dari Luar Solo, Ada dari Boyolali Pamit Ngopi

Sebanyak 65 pendemo yang diamankan Polresta Surakarta ternyata tidak hanya dari Kota Solo tapi dari wilayah sekitar, Minggu (31/8/2025).

Tayang: | Diperbarui:

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 65 orang yang diamankan Polresta Surakarta ternyata tidak hanya dari Kota Solo tapi dari wilayah sekitar, Minggu (31/8/2025).

Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kabag Ops Kompol Engkos Sarkosi, mengatakan penangkapan dilakukan oleh tim gabungan berbagai satuan fungsi Polresta Solo.

Baca juga: Warga Sekitar Kantor DPRD Solo Tutup Akses Jalan Kampung, Harap Aksi Demo Tak Ricuh

Mereka diduga melakukan aksi perusakan fasilitas umum di kawasan Gedung DPRD Solo dan sekitarnya.

Engkos menambahkan, sebagian besar pemuda yang diamankan bukan warga Kota Solo, melainkan dari berbagai daerah sekitar.

“Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan piket Polresta Solo di kawasan DPRD Solo,” ujar Engkos.

Satu di antara yang diamankan tersebut adalah pemuda asal Boyolali, Algam Tanum (22).

Algam mengaku awalnya hanya untuk nongkrong ngopi bersama temannya.

Padahal Pemuda asal Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali ini, baru saja pulang rumah dari acara Pengging Fair di Boyolali.

Sesampainya di rumah, Algam malah diajak temannya untuk ngopi di pinggir jalan sambil lihat demo sekira pukul 03.00 dini hari.

"Anak saya awalnya pulang dari pengging fair, terus dia sudah pulang, tapi dia diampiri temannya nongkrong pinggir jalan lihat demo sebentar," ungkap Sunarni (43) orang tua Algam.

DIAMANKAN - Salah seorang oemuda asal Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali dikukut petugas Polresta Solo, Minggu (31/8/2025). Dalam pengakuan pemuda itu ke orangtuanya untuk nongkrong bersama teman-temannya.
DIAMANKAN - Salah seorang oemuda asal Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali dikukut petugas Polresta Solo, Minggu (31/8/2025). Dalam pengakuan pemuda itu ke orangtuanya untuk nongkrong bersama teman-temannya. (TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto)

Baca juga: Pasca Demo dan Gedung DPRD Solo Dibakar, 12 Anggota TNI Berjaga di DPRD Karanganyar Selama 5 Hari

Jika dilihat dari lokasinya, rumah Algam yang berada di Kecamatan Banyudono Kabupate Boyolali sekitar 15 kilometer dari DPRD Kota Solo.

Sunarni awalnya tak curiga dan tetap beraktivitas seperti biasa. Ia tetap berangkat kerja saat sang anak belum juga pulang.

Namun sang ibu dibuat syok saat anak satunya lagi mendatanginya ke tempat kerja untuk menyampaikan Algam ditahan polisi pukul 09.00 WIB.

"Ini baru kabar jam 9 pagi, jadi anak satu saya, saat itu dia menyusul saya di tempat bekerja dan bilang Algam ditahan polisi, dan setelah kejadian ini saya sudah bilangi jangan diulangi perbuatannya lagi," ungkap dia.

Sementara itu, Algam Tanum (22) mengaku diajak teman-teman untuk menonton demonstransi dan menyesal atas perbuatannya.

"Saya mau nongkrong mau lihat demo, saya diajak temen-temen dan mengaku menyesal dan tak mau ulangi lagi," ungkap dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved