Fakta Menarik Tentang Boyolali
Asal-usul Umbul Gemuling, Mata Air Kuno Tersembunyi di Boyolali, Dipercaya Ada Jejak Sunan Kalijaga
Umbul Gemuling adalah sebuah mata air kuno yang tersembunyi di Desa Ngaru-aru, Kelurahan Gonowelang, Banyudono, Boyolali,
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tidak hanya Klaten, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah juga memiliki banyak umbul bersejarah.
Salah satu umbul yang mungkin belum familiar bagi wisatawan adalah Umbul Gemuling.
Umbul Gemuling adalah sebuah mata air kuno yang tersembunyi di Desa Ngaru-aru, Kelurahan Gonowelang, Banyudono, Boyolali.
Baca juga: Asal-usul Makam Butuh di Plupuh Sragen, Tempat Peristirahatan Terakhir Keluarga Joko Tingkir
Lokasi umbul ini berjarak 18 kilometer dari pusat Kota Solo dan bisa ditempuh 33 menit kendaraan bermotor.
Umbul Gemuling diyakini sebagai mata air tertua sekaligus cikal bakal mata air di daerah tersebut.
Asal Usul dan Legenda Umbul Gemuling
Menurut cerita masyarakat setempat, mata air Umbul Gemuling berasal dari tanah yang pernah ditancapi tongkat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Songo yang terkenal.
Setelah menancapkan tongkat beserta doa dan munajat, Sunan Kalijaga mencabut tongkat itu dan keluarlah mata air jernih yang kemudian dipakai untuk bersuci sebelum sholat.
Awalnya, mata air ini hanya keluar dari lubang sebesar tancapan tongkat, namun seiring waktu lubang tersebut membesar karena volume air yang terus bertambah.
Baca juga: Asal-usul Kawasan Ngupit : Konon Merupakan Desa Tertua di Indonesia, Cikal Bakal Kabupaten Klaten
Air yang keluar dalam jumlah besar ini sempat menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar, bahkan rumah-rumah di sekitarnya sempat terendam banjir.
Upaya Penanganan dan Kisah Mistis
Pada masa pemerintahan Kanjeng Pakubuwono X, warga mendapat petunjuk untuk menggelar acara tayuban, pertunjukan seni tradisional dengan gamelan, penyanyi, dan penari, di lokasi umbul tersebut.
Konon, seluruh pemain dalam pertunjukan itu tiba-tiba menghilang sebagai tumbal untuk menenangkan mata air yang berlebihan tersebut.
Setelah kejadian itu, air di Umbul Gemuling tidak lagi meluap besar, dan muncullah mata air-mata air baru di berbagai daerah, sehingga sumber air tidak lagi terpusat hanya di Umbul Gemuling.
Hal ini menandai berakhirnya bahaya banjir akibat mata air yang dulu meluap hebat.
Baca juga: Asal-usul Kelurahan Keprabon di Solo, Dulu Tempat Persembunyian Rakyat saat Penjajahan
| Asal-usul Kecamatan Sambi di Boyolali : Dulu Kawasan Hutan Lebat, Ada Kisah Ki Ageng Giring Semedi |
|
|---|
| Pembuatan Rebana di Boyolali ini Hanya Gunakan Kulit Kambing Betina, Ini Alasannya |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Boyolali untuk Libur Lebaran : Ada Umbul Dudo yang Punya Legenda Tragis |
|
|---|
| Asal-usul Masjid Jami Jalaluddin di Kemusu Boyolali : Dipercaya Dulu Tempat Pertapaan Sunan Kalijaga |
|
|---|
| Ritual Memetri Tuk Babon di Lereng Merbabu, Tradisi Warga Selo Boyolali Memohon Keabadian Sumber Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Umbul-Gemuling-di-Boyolali-Jawa-Tengah-dipotret-dari-atas-pada-2021.jpg)