Bencana Alam di Karanganyar

Napas Lega 57 KK di Lereng Lawu Karanganyar, Dusun Rawan Longsor Kini Dijaga Alarm EWS

Lokasi ini dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 150 jiwa, dan tercatat pernah mengalami kejadian longsor pada tahun sebelumnya.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
CEGAH LONGSOR - Ilustrasi Early Warning System, beberapa waktu lalu. Satu unit sistem peringatan dini longsor atau Early Warning System (EWS) telah resmi terpasang di Dusun Swadine, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Lokasi ini dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 150 jiwa dan tercatat pernah mengalami kejadian longsor pada tahun sebelumnya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Satu unit sistem peringatan dini longsor atau Early Warning System (EWS) telah resmi terpasang di Dusun Swadine, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.

Lokasi ini dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 150 jiwa, dan tercatat pernah mengalami kejadian longsor pada tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, daerah ini terletak 35 kilometer dari kota Solo, atau butuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan berkendara. 

"Kemarin kami telah memasang satu alat sistem peringatan dini longsor di sana karena tahun lalu terjadi longsor di sana," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, Selasa (23/9/2025).

CEGAH LONGSOR - Ilustrasi Early Warning System, beberapa waktu lalu. Satu unit sistem peringatan dini longsor atau Early Warning System (EWS) telah resmi terpasang di Dusun Swadine, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Lokasi ini dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 150 jiwa dan tercatat pernah mengalami kejadian longsor pada tahun sebelumnya.
CEGAH LONGSOR - Ilustrasi Early Warning System, beberapa waktu lalu. Satu unit sistem peringatan dini longsor atau Early Warning System (EWS) telah resmi terpasang di Dusun Swadine, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Lokasi ini dihuni oleh 57 kepala keluarga dengan total 150 jiwa dan tercatat pernah mengalami kejadian longsor pada tahun sebelumnya. (TribunSolo.com/Istimewa)

Pemasangan alat tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Hendro menyebut, langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah kaki Gunung Lawu yang memiliki potensi longsor cukup tinggi.

Setelah pemasangan perdana ini, BPBD Karanganyar berencana mengusulkan pengadaan lima unit EWS tambahan untuk titik-titik rawan lainnya di lereng Gunung Lawu.

"Sebenarnya ada lebih dari 10 titik rawan longsor di lereng Gunung Lawu, namun kami berencana melakukan pengajuan EWS untuk lima titik yaitu, di wilayah Tawangmangu, Jatiyoso, Ngargoyoso masing-masing satu dan di wilayah Jenawi dua," jelas Hendro.

Usulan tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan guna memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana.

Baca juga: Cegah Timbul Korban Jiwa, 11 Alat EWS Hasil FMIPA UNS Dipasang di Titik Rawan Longsor Karanganyar

Early Warning System (EWS) adalah sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebelum terjadi bencana, agar mereka punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri dan mengurangi risiko kerugian.

Tujuannya adalah meminimalkan korban jiwa dan kerugian dengan memberi waktu bagi warga untuk evakuasi sebelum bencana terjadi.

Dalam konteks longsor, EWS biasanya terdiri dari sensor tanah dan curah hujan untuk mendeteksi pergerakan tanah atau tingkat hujan yang berpotensi memicu longsor.

Kemudian, sirine atau alarm yang akan berbunyi jika sensor mendeteksi potensi bahaya.

Selanjutnya pusat pemantauan atau tempat data dikumpulkan dan dianalisis oleh petugas BPBD atau lembaga terkait.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved