Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Jenang dan Gendar Pecel Mbok Samini, Kuliner Legendaris Boyolali Bertahan Puluhan Tahun

Di Boyolali Kota, tepatnya di Karanggeneng, ada warung legendaris yang menyajikan menu pecel unik bernama jenang sum-sum pecel, warung Mbok Samini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Tri Widodo
KULINER LEGEND BOYOLALI - Gendar pecel yang disajikan di Warung Mbok Samini di pinggir Jalan Boyolali-Tlatar, tepatnya di wilayah Karanggeneng, Senin (12/9/2022). Begini sejarah kuliner legendaris satu ini. 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sambal pecel selalu punya cita rasa khas yang menggugah selera, apalagi bila disantap bersama gendar atau puli dengan topping sayuran rebus segar.

Di Boyolali Kota, tepatnya di Karanggeneng, ada warung legendaris yang menyajikan menu pecel unik bernama jenang sum-sum pecel, warung Mbok Samini.

Lokasinya berjarak 4,6 kilometer dari Alun-alun Kidul Boyolali, bisa ditempuh 10 menit kendaraan bermotor.

Gendar dan jenang pecel Mbok Samini memiliki ciri khas tersendiri.

Baca juga: Sejarah Ayam Ingkung, Kuliner Sesaji Tiap Acara Adat di Solo Raya, Sarat Makna dan Filosofi

Gendar yang disajikan terasa pulen dan kenyal, dilengkapi dengan sayuran rebus segar seperti bayam, kubis, selada air, dan tauge, serta tambahan mi goreng.

Semua itu disiram dengan sambal kacang yang menggugah selera, menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, asin, dan manis yang harmonis.

Uniknya, jenang sum-sum yang biasanya dikenal sebagai bubur tepung beras yang disajikan dengan juroh (air gula Jawa), di warung ini disajikan dengan sambal pecel.

Teksturnya yang lembut dan gurih berpadu dengan sayuran rebus dan mi goreng, serta siraman sambal kacang yang memberikan sensasi rasa manis dari jenang dan gurih-pedas dari sambal.

Baca juga: Sejarah Nasi Tumpang Lethok Khas Klaten yang Legendaris, Ada Warung Sudah Eksis 25 Tahun

Warung Mbok Samini: Sejarah dan Pelayanan

Warung Mbok Samini buka setiap hari pukul 12.00 hingga 15.00, dan selalu dipenuhi antrean pembeli yang ingin menikmati sajian khas ini.

Banyak yang makan di tempat, ada pula yang membungkus.

Gendar pecel yang disajikan di Warung Mbok Samini di pinggir Jalan Boyolali-Tlatar, tepatnya di wilayah Karanggeneng, Senin (12/9/2022)
KULINER BOYOLALI - Gendar pecel yang disajikan di Warung Mbok Samini di pinggir Jalan Boyolali-Tlatar, tepatnya di wilayah Karanggeneng, Senin (12/9/2022) (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tak lengkap rasanya tanpa meminum rujakan, minuman rempah segar dengan campuran jahe, serai, kayu manis, pandan, dan kelapa muda yang menambah kehangatan dan kesegaran.

Menurut Mbok Samini, sang pemilik, resep ini sudah bertahan puluhan tahun tanpa perubahan.

Dia memulai usahanya karena kecintaannya pada gendar pecel, dan kini sang suami, Sumanto, membantunya dalam proses memasak dan berjualan.

Dalam sehari, Mbok Samini bisa menghabiskan hingga 6 kilogram sambal kacang yang dibuat segar setiap hari sejak dini hari.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved