Balap Traktor di Klaten
Traktor Mania Klaten, Komunitas di Balik Balapan Traktor, Jadi Ajang Silaturahmi
Gelaran balapan traktor di Kabupaten Klaten bukan sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Gelaran balapan traktor di di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, bukan sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi bagi para penggemar traktor.
Kegiatan yang digelar akhir September 2025 ini tersebut diinisiasi oleh komunitas Traktor Mania Klaten (TMK), sebuah grup yang mewadahi para pecinta traktor di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Balapan Traktor, Heruwanto, menyebutkan bahwa jumlah anggota aktif TMK saat ini mencapai sekitar 30 orang.
"Anggotanya yang aktif, itu mungkin sampai 30 (orang)," ujar Heruwanto.
Selain balapan, TMK juga rutin mengadakan kegiatan bulanan untuk mempererat hubungan antar anggota.
"Tiap bulan ada pertemuan, juga adakan arisan," jelasnya.
Balapan traktor sendiri menjadi agenda tahunan yang dinanti-nanti oleh komunitas ini.
Menurut Heruwanto, ajang tersebut digelar bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan.
"Seperti ini (balap traktor), saya sudah informasikan untuk menjalin keakraban persaudaraan," paparnya.
Baca juga: Warna-warni Balap Traktor di Klaten : Modifikasi Bisa Lebih Mahal dari Hadiah, Ini Soal Kesenangan
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan balapan traktor.
Ia menilai kegiatan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata khas daerah.
"Ini tentu salah satu kalender event yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten Klaten, ke depan harus kita kembangkan bersama-sama menjadi salah satu atraksi wisata yang ada di Kabupaten Klaten," ujar Bupati.
Menurutnya, balapan traktor memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis balapan lainnya.
"Karena berbeda. Biasanya kan balapan motor, mobil, ini traktor. Sesuatu yang berbeda dan tidak banyak daerah yang ada," ucapnya.
Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan lebih luas agar dampak ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat.
"Maka dari itu kegiatan yang luar biasa ini harus kita support ke depan agar kemudian bisa gaungnya lebih luas, agar persertanya semakin banyak, warga masyarakat yang datang semakin banyak. Sehingga dampak ekonominya akan terasa," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Peserta-balap-traktor-saling-adu.jpg)