Balap Traktor di Klaten

Balap Traktor di Klaten Diikuti 32 Peserta, Jadi Ajang Silaturahmi Sesama Operator di Lumpur Sawah

Tahun ini, tercatat 32 peserta ambil bagian. Mereka datang dari berbagai wilayah, mulai dari Klaten, Sukoharjo, Sragen, hingga Ponorogo

Tayang:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM/Zharfan Muhana
BALAPAN TRAKTOR - Mesin traktor tak hanya digunakan membajak sawah, namun juga sesekali dipakai balapan traktor di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Deru mesin traktor menggema di tengah hamparan sawah berlumpur.

Di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, suasana ramai tak biasa tampak di lahan pertanian yang disulap menjadi arena balapan.

Bukan lomba sepeda motor, bukan pula drag race di aspal.

Inilah balapan traktor, ajang unik yang tak sekadar adu kecepatan, melainkan ajang mempererat silaturahmi.

“Lomba ini sebetulnya cuma ajang kita merakit persaudaraan,” ujar Ketua Panitia Balap Traktor, Heruwanto, di sela riuh tepuk tangan penonton.

Baca juga: Ketika Traktor Unjuk Gigi di Klaten, Tak Cuma untuk Bajak Sawah Tapi Juga Bisa untuk Balapan!

Setiap tahun, para operator dan pemilik traktor dari berbagai daerah berkumpul di sini.

Mereka bukan sekadar petani atau joki traktor, tapi juga sahabat seperjuangan yang sehari-hari berjibaku di lumpur sawah. 

BALAPAN TRAKTOR - Mesin traktor tak hanya digunakan membajak sawah, namun juga sesekali dipakai balapan traktor di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.
BALAPAN TRAKTOR - Mesin traktor tak hanya digunakan membajak sawah, namun juga sesekali dipakai balapan traktor di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. (TRIBUNSOLO.COM/Zharfan Muhana)

Tahun ini, tercatat 32 peserta ambil bagian.

Mereka datang dari berbagai wilayah, mulai dari Klaten, Sukoharjo, Sragen, hingga Ngawi, Madiun, dan Ponorogo.

Lahan sawah yang biasanya ditanami padi, kini berubah fungsi sementara menjadi sirkuit berlumpur.

Dua petak sawah disiapkan khusus sebagai lintasan, lengkap dengan garis start dan finish. 

Para peserta bergantian memacu traktor mereka, berusaha menjadi yang tercepat melintasi jalur berlumpur itu.

“Sudah empat kali kami selenggarakan kegiatan ini,” tutur Heruwanto.

Baca juga: Serunya Ajang Balap Traktor, 32 Peserta Saling Adu Kecepatan di Karangduren Klaten

“Tujuannya sederhana agar tali silaturahmi antara sesama operator dan pembajak sawah tetap terjaga.”

Para pemenang memang mendapat piala dan uang pembinaan, tapi yang lebih berharga adalah tawa, tepuk tangan, dan jabat tangan hangat setelah lomba usai.

Di tengah lumpur dan deru mesin, lahirlah semangat kebersamaan sebuah bukti bahwa silaturahmi bisa terjalin di mana saja, bahkan di sawah yang basah oleh keringat dan lumpur.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved