Kebakaran Pasar Wonogiri Kota

Sebelum Hari Ini, Pasar Kota Wonogiri Pernah Terbakar pada Tahun 2002

Kebakaran pasar Kota Wonogiri ternyata pernah terjadi sebelumnya, ini pada tahun 2002.

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
API MENYALA. Kebakaran Pasar Wonogiri pada Senin (6/10/2025). Damkar sudah turun tangan untuk melakukan pemadaman. 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kebakaran Pasar Kota Wonogiri ternyata tidak hanya satu kali.

Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2002 lalu. 

Saat itu ada ratusan kios dan ribuan pedagang yang terdampak.

Setelah lumpuh beberapa waktu, pasar kota akhirnya dapat digunakan lagi setelah pembangunan rampung pada tahun 2004.

Sementara itu, momen kebakaran pada hari ini, api menghanguskan 300 kios pada Senin (6/10/2025). 

Kebanyakan kios ini berada di lantai 2 dan 3. 

Damkar sampai saat ini terus berupaya melakukan pemadaman di pasar tersebut.  

Baca juga: Tinjau Kebakaran Pasar Kota Wonogiri, Bupati Setyo Sukarno: Kita Fokus Pemadaman Dulu

Korlap Damkar Wonogiri, Sriyanto mengatakan, kebakaran pasar tersebut sudah mencapai 80 persen. 

Hanya kios di bagian depan yang tersisa, sementara kurang lebih 300 kios di lantai 2 dan 3 hangus terbakar. 

"Rata-rata kios kelontong dan tengkulak," kata Sriyanto pada Senin (6/10/2025). 

Dia mengatakan, saat ini ada 12 unit mobil damkar dan 8 mobil tangki yang turun membantu dari Solo Raya.  

Diduga penyebab kebakaran ini karena korsleting listrik. 

"Titik api dari lantai 2," papar Sriyanto. 

Damkar kini berusaha untuk memblokir agar api tidak merambat sampai titik depan. 

Fokus Pemadaman

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno meninjau kebakaran Pasar Kota Wonogiri, Senin (6/10/2025).

Ia mengatakan saat ini pihaknya berfokus pada upaya pemadaman.

Pemerintah juga akan berkoordinasi untuk memberikan solusi terbaik kepada para pedagang.

"Langkah yang dilakukan, fokus pemadaman dan segera kita lakukan rapat untuk memberikan solusi teman-teman pedagang agar bisa segera melakukan aktivitas perdagangan agar ekonomi tetap berjalan," kata dia, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, dugaan awal titik api berasal dari lantai 2 pasar bagian tengah.

Api muncul sekira pukul 02.30 diduga karena korsleting arus listrik.

"Ini masih belum padam, karna komoditas di dalam seperti kain plastik," papar Setyo.

Hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa.

Namun pihaknya berharap tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. 

"Kerugian belum bisa ditafsir," pungkasnya. 

Pedagang Panik

Kepanikan terlihat saat kebakaran terjadi di Pasar Kota Wonogiri pada Senin (6/10/2025). 

Kejadian ini terjadi pukul 03.30 WIB. 

Proses pemadaman masih berlangsung hingga pukul 07.30 di lapangan. 

Pantauan di lapangan, terlihat damkar se-Solo Raya ikut membantu memadamkan api di pasar tersebut. 

Terlihat para pedagang berlarian untuk menyelamatkan dagangan mereka. 

Rak, hingga makanan snack dikeluarkan dari dalam pasar. 

Hingga kini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. 

Tak hanya pedagang, warga dan pengendara jalan yang lewat menyaksikan proses pemadaman api di pasar itu. 

Pernah Kebakaran Hebat dan Dibangun Ulang

Pasar Kota Wonogiri ternyata memiliki sejarah yang sama saat 23 tahun lalu, tepatnya pada 22 Juni 2002.

Kebakaran membuat 1.300 pedagang kehilangan lapak mereka.

Kemudian, pasar ini dibangun kembali pada masa Bupati Wonogiri saat itu, Begug Poernomosidi. 

Anggaran yang dikucurkan mencapai  Rp7,4 miliar dan diresmikan pada 2004 oleh Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto.

Pembangunan pasar ini tak berhenti pada masa Bupati Begug, era Bupati Joko Sutopo (2014-2024), Pasar Kota mengalami sejumlah pemugaran.

Pasar Kota ini tak hanya untuk transaksi jual beli pedagang, namun ada tempat rekreasi dan kegiatan budaya. 

Tentang Wonogiri

Wonogiri berada di kawasan Solo Raya berdampingan dengan Sukoharjo, Solo, Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sragen. 

Kawasan Wonogiri terkenal dengan wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM). 

Tak hanya itu, kawasan ini juga terus berkembang. 

Masyarakat Wonogiri juga terkenal sebagai masyarakat yang banyak merantau. 

Mereka biasa berjualan bakso dan mi ayam. (*)

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved