Makan Bergizi Gratis di Karanganyar
Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Karanganyar, Dinkes Catat 168 Anak Keluhkan Mules dan Pusing
Tercatat ratusan siswa mengeluhkan sakit perut dan pusing, bahkan sampai ada yang dirawat di rumah sakit. Ini setelah mereka menyantap MBG.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar mencatat sekitar 168 pelajar mengalami keluhan sakit perut dan pusing.
Tiga di antaranya harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Mereka yang sakit diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengatakan laporan terakhir dari tenaga kesehatan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak yang berobat dengan keluhan serupa.
“Laporan terakhir yang kami terima dari bidan, ada 168 anak yang mengeluh pusing dan mules. Tiga siswa dirawat di rumah sakit di Kabupaten Karanganyar, berasal dari Kelurahan Popongan dan Gedong,” ujar Yopi, Selasa (7/10/2025).
Yopi menambahkan, tiga pelajar yang dirawat masing-masing dua orang di RS Jati Husada dan satu orang di RSUD Kartini Karanganyar.
Baca juga: Imbas Kasus Pelajar di Karanganyar Diduga Keracunan Program MBG, SPPG Hentikan Operasional Sementara
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti keluhan tersebut, termasuk kaitannya dengan menu MBG.
“Sampel makanan dari SPPG Popongan 2, berupa nasi, ayam katsu, dan sayuran, telah diambil untuk diuji di Labkes. Setelah hasilnya keluar, kami akan menyampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Yopi.
“Kami tidak bisa menduga-duga. Tugas kami hanya menerima dan menangani pasien yang berobat,” tambahnya.
SPPG Berhenti Sementara
Imbas sejumlah pelajar mengalami muntah-muntah dan diare diduga akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG), dapur SPPG yang menyiapkan menu tersebut dihentikan sementara operasionalnya.
Penghentian dilakukan hingga hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan keluar.
Ini dikatakan Ketua Satgas MBG Karanganyar, Adhe Eliana.
Dia mengatakan, dapur SPPG tersebut ditutup sementara.
Sebab, menu MBG dari SPPG tersebut diduga menyebabkan sejumlah pelajar muntah dan diare, bahkan harus dirawat di RSUD Kartini Karanganyar.
Baca juga: Kronologi Dugaan Keracunan Puluhan Siswa Usai Konsumsi MBG di Karanganyar, Langsung Dilarikan ke RS
“Saat ini dapur itu ditutup sementara,” ujar Adhe, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, penghentian operasional dapur SPPG di Perum Korpri, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium makanan MBG yang diduga menyebabkan pelajar muntah dan diare. Kami masih menunggu hasil lab, sehingga belum bisa memastikan sumber keracunannya dari mana,” kata Adhe.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi dapur SPPG, tidak tampak aktivitas seperti biasanya.
SPPG tersebut terlihat sepi dan tak ada aktivitas dari karyawan. (*)
| Dugaan Ratusan Siswa SMPN 1 Karanganyar Keracunan Usai Santap MBG, Mayones Disebut Jadi Penyebabnya |
|
|---|
| Cerita Siswa SMPN 1 Karanganyar yang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, Alami Diare |
|
|---|
| Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMPN 1 Karanganyar Alami Diare dan Muntah |
|
|---|
| Guru SMPN 1 Colomadu Karanganyar Sebut Ada Dugaan Daya Tahan Tubuh Siswa Keracunan MBG Sedang Drop |
|
|---|
| Siswa SMPN 1 Colomadu Karanganyar Khawatir Santap MBG Pasca Rekannya Diduga Keracunan, Minta Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-SPPG-di-Karanganyar.jpg)