Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Sayur Asem, Kuliner Asli Nusantara yang Populer di Solo Raya : Otentik dan Legendaris
Bahkan kini banyak restoran atau rumah makan yang menjual sayur asem sebagai menu, bukti jika makanan ini tak sepi peminat.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Sayur asem merupakan kuliner legendaris Solo Raya dan Nusantara, bercita rasa asam-gurih, sederhana namun kaya filosofi kebersamaan dan keberagaman.
- Tiap daerah punya ciri khas, dari Betawi yang berkuah bening, Sunda yang sederhana, Jawa Timur yang pedas, hingga Aceh, Sumatra, dan Kalimantan dengan bahan unik.
- Di Solo, sayur asem mudah ditemui di banyak rumah makan dengan harga terjangkau, cocok dipadukan lauk goreng, sambal, dan disantap saat cuaca panas.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sayur asem adalah salah satu kuliner legendaris di Solo Raya, Jawa Tengah.
Sayur berkuah satu ini kerap dihidangkan dan jadi menu favorit keluarga di Solo Raya.
Bahkan kini banyak restoran atau rumah makan yang menjual sayur asem sebagai menu, bukti jika makanan ini tak sepi peminat.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Solo Jateng yang Punya Suasana Tempo Dulu, Cocok untuk Nostalgia Sejarah
Terlepas dari itu, hidangan berkuah segar dengan rasa asam dan gurih ini dikenal sederhana, namun memiliki keragaman rasa dan filosofi yang mendalam.
Sayur asem bahkan dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan variasi yang berbeda-beda sesuai karakter daerahnya.
Ragam Sayur Asem di Nusantara
Keunikan sayur asem terletak pada banyaknya variasi lokal.
Di Jakarta dan sekitarnya, sayur asem Betawi dikenal dengan kuah bening dan penggunaan kacang tanah yang masih berkulit.
Sementara itu, sayur asem Sunda di Jawa Barat cenderung berisi lebih sedikit dan menggunakan kacang tanah yang sudah dikupas.
Baca juga: Sejarah Lumpia, Kuliner Tionghoa-Jawa yang Bertransformasi Jadi Ikon Kuliner Khas Klaten
Di Jawa Tengah, termasuk Solo, sayur asem memiliki rasa yang tidak terlalu tajam dan bumbunya cenderung ringan.
Berbeda dengan Jawa Timur, di mana sayur asem dikenal lebih pedas dan sering disajikan langsung bercampur dengan nasi serta lauk.
Di luar Pulau Jawa, variasi sayur asem juga tak kalah menarik.
Di Aceh, masakan ini dikenal sebagai sayur asam sunti dengan bahan khas berupa belimbing wuluh dan daun ubi jalar.
Di Sumatra, kuah sayur asem cenderung lebih keruh, berwarna kemerahan, dan sedikit berminyak.
Sementara di Kalimantan Selatan, sayur asem menggunakan terung asam (asam rimbang), kunyit, dan kepala ikan patin.
Sejarah Lahirnya Sayur Asem
| Ini Lho Sejarah Pecel Bisa jadi Menu Sarapan Warga Solo Raya, Kuliner yang Sudah Ada Sejak Abad ke-9 |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-seporsi-sayur-asem.jpg)