Fakta Menarik Tentang Solo
Kenapa Pisang Identik dengan Hantaran dan Dekor Pernikahan Adat Solo? Ini Penjelasannya
Mengapa pisang raja menjadi simbol dalam pernikahan? Berikut ulasan tentang makna dan filosofinya.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Pisang raja menjadi unsur wajib hantaran pernikahan Jawa karena rasanya paling manis, melambangkan kebahagiaan, kebesaran, dan harapan baik bagi kehidupan rumah tangga.
- Pengemasannya harus setangkep atau sesisir dan diikat benang katun putih tanpa sambungan sebagai simbol doa, niat suci, dan permohonan anugerah Tuhan.
- Pisang raja juga hadir dalam tuwuhan dan dekorasi tarub, bermakna harapan rumah tangga yang manis, sejahtera, serta keturunan yang berlimpah.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam tradisi pernikahan Jawa, khususnya di Solo Raya, hantaran pernikahan mengandung beberapa unsur wajib.
Salah satunya adalah pisang raja.
Nah, mungkin Tribuners bertanya-tanya kenapa sih pisang raja sering jadi salah satu syarat hantaran?
Selain hantaran, pisang raja juga dijadikan dekorasi tarub, hingga sebagai ornamen di samping kursi mempelai.
Baca juga: Penjelasan Kenapa Kartasura Masuk Wilayah Sukoharjo, Padahal Lebih Dekat dengan Solo
Mengapa pisang raja menjadi simbol dalam pernikahan? Berikut ulasan tentang makna dan filosofinya dikutip TribunSolo.com dari berbagai sumber.
Pisang Raja: Manis, Kebesaran, dan Harapan
Pisang raja dikenal memiliki rasa yang sangat manis, bahkan paling manis dibandingkan jenis pisang lainnya.
Murdijati Gardjito, guru besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa pisang raja dipilih karena kandungan gula yang tinggi, menjadikannya simbol kemanisan dalam kehidupan pernikahan.
"Pisang raja itu rasanya paling manis, karena kandungan gulanya paling tinggi," jelas Mur.
Lebih dari sekadar rasa manis, pisang raja melambangkan kebesaran, kebahagiaan, dan harapan baik untuk kedua mempelai.
Baca juga: Mengenal Upacara Pasang Tarub, Tradisi Jelang Pernikahan di Solo Raya yang Sarat Makna
Dalam budaya Jawa, pisang raja digunakan dalam hantaran sebagai doa dan harapan agar kehidupan pernikahan kedua mempelai dipenuhi dengan kebahagiaan dan keberkahan.
"Orang mengirim pisang raja itu untuk keperluan yang membutuhkan simbol kebesaran, kemanisan, kebahagiaan, dan harapan yang baik," tambah Mur.
Filosofi Pengemasan Pisang Raja dalam Hantaran
Penggunaan pisang raja dalam hantaran pernikahan tidak bisa sembarangan.
Setangkep pisang raja yang digunakan harus digantung atau disusun dalam bentuk yang mencerminkan harapan dan doa.
Menurut Mur, pisang raja dalam hantaran harus setangkep atau sesisir, yang melambangkan tangan yang menengadah ke atas, memohon anugerah dari Tuhan.
| 10 Mitos Ibu Hamil Menurut Kepercayaan Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Ini Bedanya Bakso Solo, Bakso Wonogiri, dan Bakso Malang : Ternyata Bisa Dilihat dari Teksturnya |
|
|---|
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/makna-pisang-di-tarub.jpg)