Fakta Menarik Tentang Solo
Perbedaan Mie Ayam Solo dan Wonogiri, Sekilas Tampak Sama, Padahal Masing-masing Punya Ciri Khas
Berikut TribunSolo.com rangkum perbedaan mie ayam Solo dan Wonogiri, dikutip dari berbagai sumber
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kota ini terkenal dengan budaya makan mie ayam bersama sundukan atau sate-satean, mulai dari sate usus, sate telur puyuh, ceker ayam, hingga sate ati ampela, semuanya dimasak dengan bumbu manis khas Solo.
Hal ini membuat pengalaman menyantap mie ayam Solo lebih variatif, karena satu mangkuk bisa dinikmati dengan berbagai kombinasi rasa.
Baca juga: 9 Rekomendasi Wedangan HIK Solo saat Libur Lebaran 2024, Cobain Nasi Kucing Hingga Es Kampul
Pilihan Mie Ayam Khas Solo yang Enak
Bagi pencinta kuliner, kota ini menyimpan beragam warung mie ayam dengan cita rasa otentik dan pelengkap menggoda.
Berikut lima rekomendasi warung mie ayam khas Solo yang patut dicoba:
1. Mie Ayam Pilist – Porsi Besar, Rasa Khas Solo
Terletak di Jl. Wirotamtomo No.16, Jayengan, Serengan, Mie Ayam Pilist menjadi destinasi favorit bagi penggemar mie ayam dengan porsi besar.
Mienya kenyal dan tidak mudah lembek, disiram kuah gurih ringan namun kaya rasa.
Ayam berbumbu kecap manis dimasak hingga meresap, memberikan rasa manis-gurih khas Solo.
Tak hanya mie ayam, warung ini juga menyajikan pelengkap tradisional seperti sosis Solo, sate uritan, dan tahu goreng.
Dengan harga Rp10.000–Rp25.000, warung ini cocok untuk semua kalangan.
Baca juga: Kenapa Tugu Lilin jadi Lambang Kota Solo dan Persis Solo? Ini Sejarahnya
2. Mie Ayam Subur – Mie Tipis dan Lembut untuk Santap Malam
Berlokasi di Jl. RE Martadinata No.182, Gandekan, Jebres, Mie Ayam Subur populer dengan mie tipis dan lembut, cocok bagi yang ingin sensasi makan ringan.
Pangsit rebus hangat dengan sambal khas menambah kenikmatan.
Warung ini buka mulai sore hari, membuatnya pilihan tepat untuk kuliner malam di Solo.
Tekstur mie yang halus dan kuah ringan membuat setiap suapan nyaman tanpa terasa berat.
| Kenapa Banyak Warga Solo Raya Gelar Acara Pernikahan di Bulan Dzulhijjah? Begini Asal-usulnya |
|
|---|
| Kenapa Bulan Dzulhijjah Disebut Besar oleh Warga Solo Raya? Ternyata Ini Sejarah Panjangnya |
|
|---|
| Solo Catat Angka Kelahiran Rendah Menurut Hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2025, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Daftar Angka Kelahiran Tertinggi di Jawa Tengah Menurut SUPAS 2025 : Solo Justru Rendah, Ada Apa? |
|
|---|
| Kelihatannya Mirip Tapi Ternyata Tak Sama, Ini Perbedaan Keris Solo dan Keris Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Menu-Mie-Ayam-and-Bakso-Gajah-Mungkur-Pak-Karno.jpg)