Kisah Havid Danang, dari THL hingga Kadisdik Sukoharjo : Hobi Blusukan Sekolah Sidak Murid dan Guru

Kini setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, Havid gencar melakukan blusukan ke sekolah-sekolah. 

Tayang:
TribunSolo.com/Agil Tri
GENCAR BLUSUKAN - Sosok Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, kala menjabat Camat Sukoharjo beberapa waktu lalu. Kini setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, Havid gencar melakukan blusukan ke sekolah-sekolah. 

Kondisi tersebut membuat pihaknya terkejut dan langsung memberikan peringatan kepada guru yang bersangkutan.

Berbagai alasan disampaikan guru membolos, mulai dari harus mengantar istri sakit hingga urusan keluarga. 

Namun, menurutnya hal tersebut tidak dibenarkan.

“Kami sampaikan ke kepala sekolah, tidak boleh ada kelas kosong. Kalau guru izin, kelas tetap harus dijaga,” tegasnya.

Sanksi Tak Akan Berhenti Diperingatan

Ke depan, sanksi bagi guru bolos tidak berhenti pada peringatan.

Jika pelanggaran terulang, pihaknya akan meminta pembinaan oleh kepala sekolah hingga penurunan nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

“Kalau SKP turun, otomatis tunjangan juga hilang,” katanya.

SIDAK SEKOLAH - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 2 Mojolaban pada Rabu (21/1/2026). Sidak itu membuahkan hasil bahwa empat guru di SMPN 2 Mojolaban tidak masuk mengajar saat jam pelajaran tanpa izin kepala sekolah.
SIDAK SEKOLAH - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 2 Mojolaban pada Rabu (21/1/2026). Sidak itu membuahkan hasil bahwa empat guru di SMPN 2 Mojolaban tidak masuk mengajar saat jam pelajaran tanpa izin kepala sekolah. (TribunSolo.com/Istimewa)

Ia juga menekankan bahwa izin guru harus tertulis dan diketahui kepala sekolah serta pengawas.

Hasil sidak nantinya akan ditindaklanjuti pengawas sekolah melalui rekomendasi tertentu.

Dalam sidak di salah satu SD di Kecamatan Tawangsari, pihaknya mendapati kepala sekolah tidak berada di tempat meski sarana prasarana sekolah masih tergolong baik.

Penataan lingkungan dinilai perlu dioptimalkan.

“Kami rekomendasikan setiap Jumat tidak hanya olahraga, tapi juga Jumat Bersih. Ini melatih kepekaan anak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, ditemukan musala yang sangat kotor dan menyatu dengan perpustakaan.

Pihaknya merekomendasikan pemindahan fungsi ruangan serta penguatan pendidikan keagamaan, seperti hafalan surat pendek bagi siswa Muslim di SD negeri.

“Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak. Tempat yang nyaman, bersih, dan membentuk karakter,” katanya.

Baca juga: Alasan Sejumlah Guru SMP di Sukoharjo Bolos Mengajar, Sakit, Kontrol Kesehatan hingga Acara Keluarga

Bikin Duta Pelajar

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved