Ramadhan 2026
Sadranan di Boyolali : Tradisi Kolektif yang Berbeda dengan Ziarah Makam Biasa
Salah satu pusat sadranan terbesar adalah di Kecamatan Cepogo, di mana perayaan seringkali lebih meriah daripada lebaran.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Warga lereng Merapi-Merbabu menggelar sadranan di Makam Puroloyo, Cepogo, menjelang Ramadan, melibatkan doa bersama, kenduri, dan silaturahmi keluarga
- Tradisi turun-temurun ini berbeda dengan ziarah makam biasa, yang bersifat personal dan fleksibel waktunya
- Sadranan bertujuan mempererat hubungan keluarga, menjaga adat, dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Saat banyak orang mengira ziarah makam hanyalah kegiatan pribadi untuk mendoakan sosok yang sudah lebih dahulu berpulang, warga lereng Merapi-Merbabu menunjukkan tradisi yang berbeda.
Sadranan, yang digelar menjelang Ramadan di Makam Puroloyo, Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali bukan sekadar ziarah.
Tahun ini, Sadranan digelar 4 Februari 2026.
Tradisi turun-temurun ini menggabungkan doa bersama, kenduri, dan silaturahmi antar keluarga serta tetangga, menjadikannya ritual kolektif yang mempererat hubungan sosial.
Hal ini berbeda jauh dengan ziarah makam biasa yang bersifat personal dan fleksibel waktunya.
Kenduri dan Ziarah Leluhur
Tradisi sadranan dimulai dengan kenduri di komplek makam untuk mendoakan para leluhur.
Tidak hanya warga setempat, keluarga dari berbagai daerah yang leluhurnya dimakamkan di makam tersebut juga ikut hadir.
Setelah berziarah, warga saling berkunjung ke rumah saudara, kerabat, rekan kerja, hingga teman-teman mereka.
Di rumah yang dikunjungi, tamu biasanya menyantap makanan yang dihidangkan, mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat.
Sejarah dan Tujuan Sadranan
Salah satu pusat sadranan terbesar adalah di Kecamatan Cepogo, di mana perayaan seringkali lebih meriah daripada lebaran.
Aktivitasnya biasanya diawali dengan pembersihan makam (bubak), doa bersama (tahlil), dan makan bersama dengan membawa tenong berisi makanan (khususnya apem).
Tradisi ini terus dilestarikan sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada leluhur turun-temurun.
Tradisi sadranan di Cepogo sudah berlangsung puluhan tahun.
Jadwal setiap dukuh bisa sama atau berbeda, tergantung kesepakatan para orang tua yang memulai tradisi.
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo, Kamis 19 Maret 2026 : Cek Jam Adzan Maghrib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tradisi-besar-warga-lereng-MerapiMerbabu-digelar-pada-Rabu-422026.jpg)