Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Rocket Chicken, Gerai Ayam Goreng yang Punya Banyak Cabang di Solo Raya, Pendirinya eks OB
Nama Rocket Chicken diambil dari filosofi roket yang terus melesat selama ada bahan bakar.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Nurul Atik, pendiri Rocket Chicken, memulai karier dari cleaning service di CFC hingga akhirnya mendirikan restoran ayam goreng pada 2010.
- Setelah beberapa kegagalan, ia menemukan nama "Rocket Chicken" yang mengandung filosofi bisnis yang terus berkembang seperti roket.
- Dalam waktu singkat, Rocket Chicken berkembang pesat, membuka lebih dari 1.000 gerai di Indonesia, termasuk di Solo Raya.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga Solo Raya siapa yang tidak mengenal Rocket Chicken?
Rocket Chickemn adalah salah satu merek ayam goreng cepat saji yang kini menjadi favorit di Indonesia.
Berdiri sejak 21 Februari 2010 di Semarang, Rocket Chicken tidak hanya dikenal karena ayam goreng tepungnya yang lezat, tetapi juga karena kisah inspiratif di balik perjalanan bisnisnya.
Baca juga: Sejarah Nama Solo Raya untuk Penyebutan eks Keresidenan Surakarta, Dulu Disebut Subosukawonosraten
Berawal dari pengalaman Nurul Atik sebagai karyawan cleaning service hingga menjadi pemilik jaringan restoran, Rocket Chicken kini telah berkembang pesat dan memiliki lebih dari 1.000 gerai di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Solo Raya.
Awal Mula Perjalanan Nurul Atik dalam Bisnis Ayam Goreng
Nurul Atik, pendiri Rocket Chicken, memulai kariernya di dunia restoran sebagai petugas cleaning service di California Fried Chicken (CFC) pada tahun 1986.
Dengan tekad yang kuat, Nurul bekerja keras dan berprestasi, hingga akhirnya dipromosikan menjadi berbagai posisi penting, seperti tukang masak, kasir, hingga manajer area.
Pada titik ini, meski sudah mencapai posisi yang cukup tinggi, Nurul merasa kariernya akan mentok karena latar belakang pendidikannya yang hanya sampai SMA.
Keputusan untuk keluar dari zona nyaman menjadi titik balik bagi Nurul.
Baca juga: Kenapa Perayaan Imlek di Solo Identik dengan Lampion? Begini Sejarah Panjangnya
Dia memutuskan untuk membuka usaha sendiri dan mendirikan restoran cepat saji bernama Quick Chicken.
Sayangnya, bisnis ini berakhir karena perbedaan pendapat dengan rekan kerjanya.
Namun, semangatnya tidak padam.
Di Yogyakarta, Nurul terus berjuang dengan berjualan aneka gorengan sebelum akhirnya menemukan formula yang tepat untuk meluncurkan bisnis ayam goreng bernama Rocket Chicken pada 21 Februari 2010 di Semarang.
Asal Usul Nama Rocket Chicken
Mencari nama yang tepat untuk usahanya sempat menjadi tantangan tersendiri.
Awalnya, Nurul ingin memberi nama restoran barunya Royal, namun keponakannya tidak setuju karena arti negatif yang melekat pada nama tersebut.
| Sejarah Semur Daging, Hidangan Khas Lebaran di Solo Raya yang Aslinya dari Belanda |
|
|---|
| Mengenal Sosis Bedug, Kuliner Legendaris Pengging Boyolali yang Disambangi Jokowi dan Iriana |
|
|---|
| Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo: Kue Mandarijn Made In Toko Roti Orion yang Legendaris & Jadi Buruan |
|
|---|
| Asal-usul Untir-untir, Camilan Lebaran Legendaris di Solo, Konon Berasal dari China |
|
|---|
| Rekomendasi Oleh-oleh Khas Wonogiri : Ada Keripik Tempe Benguk, Favorit Pemudik saat Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Menu-ayam-goreng-burger-dan-kentang-goreng-di-Rocket-Chicken.jpg)