Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Rocket Chicken, Gerai Ayam Goreng yang Punya Banyak Cabang di Solo Raya, Pendirinya eks OB
Nama Rocket Chicken diambil dari filosofi roket yang terus melesat selama ada bahan bakar.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Selanjutnya, ia mencoba nama Riyal, namun kakaknya berpendapat bahwa nama tersebut mengingatkan pada rel kereta yang diinjak orang.
Ketika tinggal 15 hari sebelum pembukaan, Nurul merenung dan teringat pesan dari seorang kerabat yang mengatakan bahwa nama merek harus mudah diingat.
Dari situ, ia menemukan nama Rocket Chicken yang diambil dari filosofi roket yang terus melesat selama ada bahan bakar.
Nurul berharap, seperti roket, bisnisnya dapat terus berkembang dan tidak pernah turun. Dengan nama ini, Rocket Chicken pun langsung berkembang pesat.
Baca juga: Sejarah Lontong Cap Go Meh, Kuliner Legendaris yang Hanya Dijual Setahun Sekali di Solo
Ekspansi dan Keberhasilan Rocket Chicken di Solo Raya
Sejak berdiri, Rocket Chicken mengalami perkembangan yang luar biasa.
Dalam waktu hanya dua tahun, jumlah gerainya sudah mencapai lebih dari 100 unit, dan sebagian besar dikelola oleh mitra franchise.
Pada tahun 2022, Rocket Chicken telah membuka lebih dari 1.030 gerai di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini juga diiringi dengan jumlah karyawan yang terus berkembang, mencapai lebih dari 13.000 orang.
Di Solo Raya, yang mencakup Kota Surakarta dan wilayah penyangganya seperti Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Rocket Chicken membuka beberapa gerai, memberikan pilihan kuliner ayam goreng bagi masyarakat setempat.
Keberadaan Rocket Chicken di Solo Raya semakin melengkapi pilihan tempat makan bagi masyarakat, terutama karena harganya yang terjangkau dan cita rasanya yang disukai banyak kalangan.
Baca juga: Sejarah Ikan Asin atau Gereh, Kuliner Merakyat Solo Raya, Sudah Dikonsumsi Rakyat Sejak Abad ke-8
Membangun Kemitraan: Siapa Saja Bisa Menjadi Mitra
Salah satu konsep utama Rocket Chicken adalah kemitraan waralaba, yang memungkinkan siapa saja untuk membuka gerai dengan modal yang cukup.
Nurul Atik percaya bahwa Rocket Chicken milik semua orang, dan ia membuka peluang bagi siapa saja yang tertarik untuk berinvestasi dalam bisnis ini.
Bahkan beberapa karyawan Rocket Chicken juga berhasil membuka gerai mereka sendiri.
Seiring dengan permintaan yang terus meningkat, Rocket Chicken juga mengatur lokasi gerai dengan ketentuan tertentu, seperti jarak minimal antara satu gerai dengan yang lainnya.
Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas bisnis, serta memberikan kesempatan yang adil bagi para mitra untuk berkembang.
Baca juga: Asal-usul Pabrik Karung Goni Delanggu Klaten yang Kini Tinggal Sejarah : Produknya Pernah Mendunia
Pesan dari Nurul Atik
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Menu-ayam-goreng-burger-dan-kentang-goreng-di-Rocket-Chicken.jpg)