Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal

Polisi Ekshumasi Makam Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Kematian Diduga Janggal

Polisi Wonogiri ekshumasi makam santri DRP (9) untuk ungkap penyebab kematian janggal. Keluarga beri izin, saksi diperiksa.

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
JANGGAL - Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto, DRP (9) yang meninggal dunia dengan kondisi janggal, Selasa (17/2/2026). Pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP 

Ringkasan Berita:
  • Polisi Wonogiri melakukan ekshumasi makam DRP (9), santri ponpes Bulukerto, setelah kematiannya dinilai janggal
  • Keluarga korban memberi izin, pihak kepolisian memeriksa 10 saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian
  • Polisi belum pastikan indikasi penganiayaan, keluarga menegaskan korban tidak memiliki riwayat penyakit.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Polisi melakukan ekshumasi makam DRP (9), santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Bulukerto, yang meninggal dunia dengan kondisi dianggap janggal.

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang masih misterius.

Ekshumasi Dilakukan Berdasarkan Informasi Warga

Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menjelaskan, pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP.

Berdasarkan laporan itu, polisi segera turun ke lapangan untuk penyelidikan.

"Menurut warga, ada kejanggalan. Kami langsung terjun menindaklanjutinya tadi malam. Kami koordinasi juga dengan pihak keluarga," kata Iptu Agung saat ekshumasi berlangsung pada Selasa (17/2/2026).

Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto
JANGGAL - Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto, DRP (9) yang meninggal dunia dengan kondisi janggal, Selasa (17/2/2026). Pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP

Keluarga Korban Berikan Izin Ekshumasi

Iptu Agung menambahkan, pihak keluarga memberikan izin penuh agar proses ekshumasi bisa dilakukan.

Tujuannya agar kematian DRP tidak menyisakan tanda tanya.

"Ekshumasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian anak tersebut," imbuhnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Santri Ponpes di Bulukerto Wonogiri Meninggal, Keluarga Merasa Ada Kejanggalan

Polisi Belum Bisa Pastikan Indikasi Penganiayaan

Meskipun terjadi kematian dengan kondisi janggal, polisi belum dapat memastikan adanya indikasi penganiayaan.

Yang pasti, keluarga menegaskan DRP tidak memiliki riwayat penyakit.

"Tidak ada riwayat sakit apapun," ujar Iptu Agung.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi terkait peristiwa ini.

Kasatreskrim menambahkan, saat dibawa ke fasilitas kesehatan, DRP mengalami kondisi mulut berbusa dan mengeluarkan sedikit darah pada Sabtu (14/2/2026).

"Saat dibawa ke fasilitas kesehatan bagian mulut berbusa. Dan ada sedikit mengeluarkan darah. Itu pada Sabtu (14/2/2026) kemarin," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved