Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal
Polisi Ekshumasi Makam Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Kematian Diduga Janggal
Polisi Wonogiri ekshumasi makam santri DRP (9) untuk ungkap penyebab kematian janggal. Keluarga beri izin, saksi diperiksa.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Polisi Wonogiri melakukan ekshumasi makam DRP (9), santri ponpes Bulukerto, setelah kematiannya dinilai janggal
- Keluarga korban memberi izin, pihak kepolisian memeriksa 10 saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian
- Polisi belum pastikan indikasi penganiayaan, keluarga menegaskan korban tidak memiliki riwayat penyakit.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Polisi melakukan ekshumasi makam DRP (9), santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Bulukerto, yang meninggal dunia dengan kondisi dianggap janggal.
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang masih misterius.
Ekshumasi Dilakukan Berdasarkan Informasi Warga
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, menjelaskan, pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP.
Berdasarkan laporan itu, polisi segera turun ke lapangan untuk penyelidikan.
"Menurut warga, ada kejanggalan. Kami langsung terjun menindaklanjutinya tadi malam. Kami koordinasi juga dengan pihak keluarga," kata Iptu Agung saat ekshumasi berlangsung pada Selasa (17/2/2026).
Keluarga Korban Berikan Izin Ekshumasi
Iptu Agung menambahkan, pihak keluarga memberikan izin penuh agar proses ekshumasi bisa dilakukan.
Tujuannya agar kematian DRP tidak menyisakan tanda tanya.
"Ekshumasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui penyebab pasti kematian anak tersebut," imbuhnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Santri Ponpes di Bulukerto Wonogiri Meninggal, Keluarga Merasa Ada Kejanggalan
Polisi Belum Bisa Pastikan Indikasi Penganiayaan
Meskipun terjadi kematian dengan kondisi janggal, polisi belum dapat memastikan adanya indikasi penganiayaan.
Yang pasti, keluarga menegaskan DRP tidak memiliki riwayat penyakit.
"Tidak ada riwayat sakit apapun," ujar Iptu Agung.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi terkait peristiwa ini.
Kasatreskrim menambahkan, saat dibawa ke fasilitas kesehatan, DRP mengalami kondisi mulut berbusa dan mengeluarkan sedikit darah pada Sabtu (14/2/2026).
"Saat dibawa ke fasilitas kesehatan bagian mulut berbusa. Dan ada sedikit mengeluarkan darah. Itu pada Sabtu (14/2/2026) kemarin," pungkasnya.
(*)
| Kasus Anak Tewas Dianiaya di Lingkungan Ponpes Bulukerto Wonogiri, Pelaku Dibina 3 Bulan di YPAN |
|
|---|
| Kasus Anak Tewas Gegara Penganiayaan di Bulukerto Wonogiri, Begini Rekomendasi Bapas! |
|
|---|
| Dunia Pendidikan Wonogiri Harus Berbenah Demi Cegah Kematian Anak Terulang, Wajib Pengecekan Berkala |
|
|---|
| Dua Kasus Kematian Siswa Gegerkan Wonogiri, Polres Wonogiri Ajak Disdik dan Kemenag Duduk Bersama |
|
|---|
| Bupati Minta Disdikbud Evaluasi Kasus Siswa SD Tewas di Wonogiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ekshumasi-makam-santri-salah-satu-ponpes-di-Kecamatan-Bulukerto-DRP-9.jpg)