Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal
Dunia Pendidikan Wonogiri Harus Berbenah Demi Cegah Kematian Anak Terulang, Wajib Pengecekan Berkala
Dua kasus kematian anak di Wonogiri di lingkungan dunia pendidikan karena penganiayaan dalam waktu dekat menggegerkan banyak pihak.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Dua anak di Wonogiri meninggal dunia di lingkungan Pendidikan.
- Peristiwa itu memantik perhatian semua kalangan. Kapolres Wonogiri berharap kasus itu tak terulang lagi
- Pihaknya berencana menggelar koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri yang membawahi sekolah hingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri yang membawahi pondok pesantren (ponpes).
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kematian anak di lingkungan pendidikan di Wonogiri harus diakhiri.
Seperti diketahui, baru-baru ini ada dua kasus kematian anak di Wonogiri.
Baca juga: Duduk Perkara Hilangnya Nyawa Anak di Bulukerto Wonogiri,Saling Ejek Nama Orang Tua & Jodoh-jodohkan
Pertama kasus santri di Ponpes Santri Manjung Wonogiri meninggal karena dianiaya santri lai.
Setelah santri Ponpes, kemudian siswa SD di Kecamatan Bulukerto.
Korban meninggal dunia setelah diduga dianiaya temannya sendiri.
Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan atas dua kejadian itu pihaknya berencana menggelar koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Baca juga: Warga Curiga Gerak-geriknya, Residivis Narkoba Wonogiri Diciduk di Jalan Desa, Bawa 1,40 gram Sabu
Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri yang membawahi sekolah hingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri yang membawahi pondok pesantren (ponpes).
"Kita duduk bersama. Misi kita nolkan kasus seperti ini. Apalagi ini sudah berulang. Kita harus duduk bersama supaya membawa misi yang sama," jelasnya.
Menurut dia ada berbagai cara pencegahan agar peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan itu tak terulang lagi.
Misalnya dengan pengecekan berkala, termasuk mengecek SOP supaya kejadian seperti penganiayaan antar anak tak terjadi.
"Bisa juga dengan pelaporan kepada guru, supaya anak tidak takut dengan guru. Nanti kita sosialisasikan," ujarnya.
Santri Dianiaya Temannya Sendiri
Sebagai informasi, kasus pertama yakni kematian MMA (12) santri Ponpes Santri Manjung yang ada di Desa Manjung Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai dianiaya oleh teman santri lainnya.
Korban meninggal dunia usai sempat menjalani perawatan pada Senin (15/12/2025). Hal itu terungkap usai keluarga melihat adanya luka luka lebam ketika jenazah korban dimandikan.
santri meninggal
Santri
Wonogiri
Bulukerto
Penganiayaan
Polres Wonogiri
Kemenag Wonogiri
Disdikbud Wonogiri
| Kasus Anak Tewas Dianiaya di Lingkungan Ponpes Bulukerto Wonogiri, Pelaku Dibina 3 Bulan di YPAN |
|
|---|
| Kasus Anak Tewas Gegara Penganiayaan di Bulukerto Wonogiri, Begini Rekomendasi Bapas! |
|
|---|
| Dua Kasus Kematian Siswa Gegerkan Wonogiri, Polres Wonogiri Ajak Disdik dan Kemenag Duduk Bersama |
|
|---|
| Bupati Minta Disdikbud Evaluasi Kasus Siswa SD Tewas di Wonogiri |
|
|---|
| Siswa Meninggal di Lingkungan Ponpes Bulukerto, Bupati Wonogiri Sayangkan Tak Segera Dilaporkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ekshumasi-makam-santri-salah-satu-ponpes-di-Kecamatan-Bulukerto-Wonogiri-DRP-9-3.jpg)