Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal

Dunia Pendidikan Wonogiri Harus Berbenah Demi Cegah Kematian Anak Terulang, Wajib Pengecekan Berkala

Dua kasus kematian anak di Wonogiri di lingkungan dunia pendidikan karena penganiayaan dalam waktu dekat menggegerkan banyak pihak.

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
JANGGAL - Ekshumasi makam santri salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, DRP (9) yang meninggal dunia dengan kondisi janggal, Selasa (17/2/2026). Pihak kepolisian menerima informasi dari warga mengenai kejanggalan kematian DRP 

Ringkasan Berita:
  • Dua anak di Wonogiri meninggal dunia di lingkungan Pendidikan.
  • Peristiwa itu memantik perhatian semua kalangan. Kapolres Wonogiri berharap kasus itu tak terulang lagi
  • Pihaknya berencana menggelar koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri yang membawahi sekolah hingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri yang membawahi pondok pesantren (ponpes).

 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kematian anak di lingkungan pendidikan di Wonogiri harus diakhiri. 

Seperti diketahui, baru-baru ini ada dua kasus kematian anak di Wonogiri. 

Baca juga: Duduk Perkara Hilangnya Nyawa Anak di Bulukerto Wonogiri,Saling Ejek Nama Orang Tua & Jodoh-jodohkan

Pertama kasus santri di Ponpes Santri Manjung Wonogiri meninggal karena dianiaya santri lai.

Setelah santri Ponpes, kemudian siswa SD di Kecamatan Bulukerto

Korban  meninggal dunia setelah diduga dianiaya  temannya sendiri.

Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan atas dua kejadian itu pihaknya berencana menggelar koordinasi dengan pihak-pihak terkait. 

Baca juga: Warga Curiga Gerak-geriknya, Residivis Narkoba Wonogiri Diciduk di Jalan Desa, Bawa 1,40 gram Sabu

Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri yang membawahi sekolah hingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri yang membawahi pondok pesantren (ponpes).

"Kita duduk bersama. Misi kita nolkan kasus seperti ini. Apalagi ini sudah berulang. Kita harus duduk bersama supaya membawa misi yang sama," jelasnya.

Menurut dia ada berbagai cara pencegahan agar peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan itu tak terulang lagi.

Misalnya dengan pengecekan berkala, termasuk mengecek SOP supaya kejadian seperti penganiayaan antar anak tak terjadi.

"Bisa juga dengan pelaporan kepada guru, supaya anak tidak takut dengan guru. Nanti kita sosialisasikan," ujarnya.

Santri Dianiaya Temannya Sendiri

Sebagai informasi, kasus pertama yakni kematian MMA (12) santri Ponpes Santri Manjung yang ada di Desa Manjung Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai dianiaya oleh teman santri lainnya. 

Korban meninggal dunia usai sempat menjalani perawatan pada Senin (15/12/2025). Hal itu terungkap usai keluarga melihat adanya luka luka lebam ketika jenazah korban dimandikan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved