Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal
Bupati Minta Disdikbud Evaluasi Kasus Siswa SD Tewas di Wonogiri
Bupati meminta dinas melakukan evaluasi pada sekolah-sekolah di Wonogiri. Ini terkait dengan tewasnya siswi SD karena mengalami kekerasan.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Setyo Sukarno meminta Disdikbud melakukan evaluasi menyusul kasus meninggalnya siswa SD Nurul Falah, DRP (11), di Kecamatan Bulukerto yang diduga mengalami kekerasan.
- Bupati menekankan pentingnya edukasi bagi tenaga pendidik dan orang tua agar kasus serupa dapat diantisipasi serta tidak terulang di lingkungan sekolah.
- Ia juga menyayangkan pihak sekolah tidak segera melaporkan kejadian sesuai fakta di lapangan dan menyoroti perlunya peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk melakukan evaluasi.
Ini terkait kasus Siswa SD Nurul Falah, DRP (11) di Kecamatan Bulukerto yang meninggal mengalami kekerasan.
Setyo Sukarno meminta agar ada edukasi pada tenaga pendidik dan orang tua.
"Ini supaya perilaku seperti ini bisa diantisipasi. Jadi ini menjadi PR dinas, kita kerahkan dinas," pungkasnya.
Selain itu, Bupati menyayangkan pihak sekolah tidak segera melaporkan peristiwa itu sesuai fakta yang ada di lapangan.
Ia menyoroti tingkat kesadaran hukum masyarakat.
Menurut dia, ketika ditemukan indikasi perundungan terhadap anak atau permasalahan hukum yang menyangkut anak, hal tersebut bisa segera dilaporkan ke pihak berwajib.
"Yang kita sayangkan, kenapa hal itu tidak segera dilaporkan? Maka kesadaran hukum masyarakat perlu kita tingkatkan melalui penyuluhan," jelasnya.
Selain itu, meninggalnya anak di lingkungan sekolah tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Wonogiri.
Terlebih, belum lama ini seorang santri juga meninggal usai dianiaya sejumlah rekannya di sebuah ponpes di Manjung.
Pemilik Yayasan hingga Driver Diperiksa
Polisi mendalami kasus meninggalnya DRP (11) di lingkungan salah satu ponpes di Kecamatan Bulukerto.
Hal yang mereka dalami adalah keterangan yang berbeda dari fakta yang disebutkan pihak sekolah.
Pihak sekolah awalnya menyebut santri tersebut masuk angin.
Namun, ternyata fakta di lapangan karena terjadi kekerasan hingga DRP meninggal.
| Kasus Anak Tewas Dianiaya di Lingkungan Ponpes Bulukerto Wonogiri, Pelaku Dibina 3 Bulan di YPAN |
|
|---|
| Kasus Anak Tewas Gegara Penganiayaan di Bulukerto Wonogiri, Begini Rekomendasi Bapas! |
|
|---|
| Dunia Pendidikan Wonogiri Harus Berbenah Demi Cegah Kematian Anak Terulang, Wajib Pengecekan Berkala |
|
|---|
| Dua Kasus Kematian Siswa Gegerkan Wonogiri, Polres Wonogiri Ajak Disdik dan Kemenag Duduk Bersama |
|
|---|
| Siswa Meninggal di Lingkungan Ponpes Bulukerto, Bupati Wonogiri Sayangkan Tak Segera Dilaporkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/PENYEBAB-MENINGGAL-Ekshumasi-makam-santri-salah-satu-ponpes-di-Kecamatan-Bulukerto-Wonogiri.jpg)