Fakta Menarik Tentang Klaten

Mitos Umbul Sigedang-Kapilaler di Klaten : Dulu Tempat Cari Wangsit Tiap Malam Jumat Kliwon

Lokasi Umbul Sigedang-Kapilaler dari pusat Kota Solo berjarak 43 kilometer atau bisa ditempuh kurang lebih 51 menit kendaraan pribadi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
UMBUL DI KLATEN - Suasana umbul Kapilaler saat siang hari, Klaten, Selasa (27/8/2019). Inilah mitos Umbul Sigedang-Kapilaler yang terkenal di Klaten, Jawa Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Umbul Sigedang-Kapilaler di Klaten menawarkan dua kolam alami seharga Rp10.000, berjarak 43 km dari Solo. Sigedang diyakini punya jejak Mataram Kuno setelah ditemukannya arca pada 1980-an.
  • Umbul Kapilaler dulu dikenal sebagai lokasi mencari wangsit malam Jumat Kliwon, namun kini dikelola sebagai tempat wisata keluarga.
  • Mitos “berenang di air Aqua” keliru; sumber air umbul berbeda dengan sumur artesis produksi dan berasal dari mata air permukaan lereng Merapi.

 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat kawasan wisata air alami yang kerap diselimuti cerita mistis dan mitos, yakni Umbul Sigedang-Kapilaler.

Berlokasi di Dukuh Umbulsari, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, kompleks ini menghadirkan dua umbul dalam satu area: Umbul Sigedang dan Umbul Kapilaler.

Lokasi Umbul Sigedang-Kapilaler dari pusat Kota Solo berjarak 43 kilometer atau bisa ditempuh kurang lebih 51 menit kendaraan pribadi.

Baca juga: Asal-usul Umbul Kroman di Klaten : Ada Mitos Wanita Haid Dilarang Renang di Sini, Bisa Undang Ular

Dengan tiket masuk Rp 10.000, pengunjung bisa menikmati dua kolam alami berair jernih tanpa campuran bahan kimia.

Namun di balik kejernihan airnya, berkembang sejumlah mitos yang masih dipercaya sebagian orang hingga kini.

Umbul Sigedhang yang diperuntukkan untuk anak-anak, Selasa (27/8/2019)
WISATA KLATEN - Umbul Sigedhang yang diperuntukkan untuk anak-anak, Selasa (27/8/2019) (TribunSolo.com)

Asal-usul Nama dan Jejak Mataram Kuno

Umbul Sigedang berada di sisi utara kompleks dengan kolam berbentuk persegi memanjang dan kedalaman maksimal sekitar 180 sentimeter.

Dahulu, kawasan ini dipenuhi pohon pisang. Nama “Sigedang” berasal dari kata gedhang dalam bahasa Jawa yang berarti pisang.

Konon, pada 1980-an ditemukan sejumlah arca di sekitar lokasi yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Mataram Kuno bercorak Hindu-Buddha.

Temuan itu menandakan bahwa mata air ini sudah dianggap penting sejak masa lampau, sehingga tak heran jika kemudian muncul beragam cerita yang menyelimutinya.

Baca juga: Mitos Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ada Legenda Gajah Sakti yang Menjaga Waduk

Mitos Mencari Wangsit di Kapilaler

Berbeda dengan Sigedang, Umbul Kapilaler memiliki sendang berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 20 meter.

Pada masa lalu, umbul ini dipercaya sebagai tempat mencari wangsit, terutama pada malam Jumat Kliwon.

Banyak orang datang untuk mandi dengan harapan keinginannya terkabul, mulai dari masyarakat biasa hingga tokoh yang ingin maju dalam kontestasi politik. 

Kepercayaan ini membuat Kapilaler dikenal sebagai lokasi ritual spiritual.

Namun kini, setelah dikelola sebagai destinasi wisata dan dibuka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB, praktik mencari wangsit semakin berkurang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved