Kenaikan Harga Sembako di Boyolali
Harga Daging Ayam Rp40 Ribu/Kg di Pasar Pengging Boyolali, Pembeli 'Terpaksa' Pilih Ceker dan Sayap
Di lapak ayam, suasana pasar terlihat tidak seramai biasanya. Pembeli cenderung memilih potongan kecil seperti sayap, kepala, dan ceker.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Harga daging sapi di Pasar Pengging bertahan Rp130.000/kg, ayam Rp40.000/kg, dan cabai rawit Rp90.000/kg jelang Ramadan.
- Pembeli menurun, warga beralih ke potongan kecil, sementara pedagang kuliner kesulitan menjaga keuntungan.
- Pelaku usaha hanya memutar modal karena harga bahan baku tinggi dan tak berani menaikkan harga jual.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Harga kebutuhan pokok yang terus bertahan tinggi mulai menekan daya beli masyarakat.
Kondisi ini dirasakan langsung warga dan pelaku usaha di Pasar Pengging, Kabupaten Boyolali, yang hingga kini masih bergulat dengan mahalnya daging dan cabai menjelang Ramadan.
Pada Kamis pagi, harga daging sapi di pasar tersebut masih bertahan di angka Rp130.000 per kilogram.
Angka ini nyaris tak berubah dalam tiga pekan terakhir, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa dan tradisi memasak hidangan khas Ramadan.
Pedagang menyebut harga daging sapi sangat dipengaruhi kualitas, mulai dari kualitas biasa hingga super.
Namun bagi sebagian pembeli, perbedaan kualitas tidak terlalu berpengaruh karena harga secara umum tetap terasa mahal.
Selain daging sapi, harga daging ayam juga masih tinggi. Saat ini daging ayam dijual Rp40.000 per kilogram.
Meski telah turun Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp42.000 per kilogram, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menenangkan pasar.
Baca juga: Imbas Harga Tembus Rp40 Ribu/kg, Daging Ayam yang Tak Terjual Sampai Harus Dimasukkan Lemari Es
Arya, salah satu pedagang daging ayam, mengatakan harga sempat bertahan di level Rp42.000 selama dua pekan terakhir sebelum akhirnya turun tipis.
“Sekarang stabil di Rp40.000. Kalau Rp42.000 pembeli sudah banyak yang mengeluh karena kemahalan,” ujarnya.
Di lapak ayam, suasana pasar terlihat tidak seramai biasanya.
Pembeli cenderung memilih potongan kecil seperti sayap, kepala, dan ceker, sementara potongan besar belum banyak terserap.
Pelaku Usaha Kuliner Menjerit
Kondisi ini dipengaruhi belum beroperasinya sejumlah pelaku usaha kuliner secara penuh pada awal Ramadan.
Situasi tersebut membuat para pelaku usaha kuliner berada dalam posisi sulit.
| Harga Daging Sapi di Boyolali Tembus Rp150 Ribu per Kg, Beberapa Pembeli Anggap Masih Wajar |
|
|---|
| Permintaan Daging Sapi di Boyolali Masih Rendah, Diprediksi Baru Bakal Meningkat H-3 Lebaran |
|
|---|
| Harga Daging Sapi di Boyolali Tembus Rp 150 Ribu per Kg, Diperkirakan Terus Naik Jelang Lebaran |
|
|---|
| Info Harga Pangan Boyolali : Beras dan Minyak Goreng Naik, Cabai Rawit Stabil Tinggi |
|
|---|
| Harga Daging Ayam di Boyolali 'Mahal', Pengusaha Kuliner Menjerit : Tak Bisa Cari Untung, Cuma Muter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Daging-ayam-boyolali.jpg)