Ramadhan 2026

Mengenal Perang Sarung yang Dilarang di Solo Raya : dari Tradisi, Melenceng jadi Ajang Kekerasan

Ya, belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.

|
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Dok. Tim Sparta
SARUNG DIMODIF - Sejumlah 9 remaja asal Solo diamankan lantaran akan menggelar perang sarung dengan kelompok remaja asal Kabupaten Boyolali, Rabu (5/3/2025). Beginilah asal-usul perang sarung, tradisi yang berubah jadi ajang tawuran. 

Ringkasan Berita:
  • Selama Ramadan 2026, sejumlah remaja di Boyolali melakukan perang sarung, tradisi berbahaya yang melibatkan sarung berisi benda keras, hingga menimbulkan luka dan potensi kematian.
  • Remaja pelaku mengorganisir lewat media sosial seperti WhatsApp dan Instagram untuk mencari lawan dan melancarkan bentrokan, menimbulkan tantangan pengawasan bagi aparat kepolisian.
  • Praktik perang sarung yang menimbulkan kekerasan termasuk tindak pidana pengeroyokan (Pasal 170 KUHP) dengan ancaman penjara 5–12 tahun

 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Momen Ramadan yang harusnya digunakan untuk memperbanyak ibadah justru digunakan sejumlah remaja di Boyolali, Jawa Tengah, untuk melakukan tindakan kriminal, yakni perang sarung.

Ya, belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.

Para remaja ini berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk bergerak. 

Baca juga: Sejarah Rica-rica, Makanan Khas Manado dan Minahasa yang Kini Populer di Solo Raya

Biasanya mereka mencari lawan lewat media sosial. 

Setelah menemukan lawan mereka baru bergerak. 

Ini diungkapkan Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra.

Temuan ini dari hasil pemeriksaan para pemuda yang melakukan perang sarung di Boyolali kemarin. 

“Saat ini di zaman media sosial ini mereka menggunakan chat WA, Instagram dan lain-lain. Itu media berkumpul maupun untuk sama-sama melakukan perang sarung,” ujar Indra, usai rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Ageng Boyolali, Senin (23/2/2026).

PERANG SARUNG. Belasan remaja di Solo diamankan petugas kepolisian usai nekat akan gelar perang sarung hingga hampir membahayakan pengguna jalan yang melintas di depan TPU Purwoloyo, Kecamatan Jebres, Kamis (19/2/2026) dini hari.
PERANG SARUNG. Belasan remaja di Solo diamankan petugas kepolisian usai nekat akan gelar perang sarung hingga hampir membahayakan pengguna jalan yang melintas di depan TPU Purwoloyo, Kecamatan Jebres, Kamis (19/2/2026) dini hari. (TribunSolo.com/Istimewa)

Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam melakukan pengawasan.

Indra mengungkap perang sarung telah menjadi kebiasaan buruk yang terus berulang setiap Ramadan dan berpotensi menimbulkan dampak serius.

“Itu menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Karena menimbulkan luka ringan, luka berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” ujar Indra.

Ia menegaskan, praktik perang sarung harus benar-benar dihapuskan dan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali.

Baca juga: Rahasia Tradisi Bubur Samin Banjar Solo, Hanya Ada di Bulan Ramadhan!

Apa Itu Perang Sarung?

Perang sarung adalah salah satu tradisi berbahaya yang sering muncul selama bulan Ramadan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved