Ramadhan 2026
Mengenal Perang Sarung yang Dilarang di Solo Raya : dari Tradisi, Melenceng jadi Ajang Kekerasan
Ya, belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Selama Ramadan 2026, sejumlah remaja di Boyolali melakukan perang sarung, tradisi berbahaya yang melibatkan sarung berisi benda keras, hingga menimbulkan luka dan potensi kematian.
- Remaja pelaku mengorganisir lewat media sosial seperti WhatsApp dan Instagram untuk mencari lawan dan melancarkan bentrokan, menimbulkan tantangan pengawasan bagi aparat kepolisian.
- Praktik perang sarung yang menimbulkan kekerasan termasuk tindak pidana pengeroyokan (Pasal 170 KUHP) dengan ancaman penjara 5–12 tahun
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Momen Ramadan yang harusnya digunakan untuk memperbanyak ibadah justru digunakan sejumlah remaja di Boyolali, Jawa Tengah, untuk melakukan tindakan kriminal, yakni perang sarung.
Ya, belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.
Para remaja ini berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk bergerak.
Baca juga: Sejarah Rica-rica, Makanan Khas Manado dan Minahasa yang Kini Populer di Solo Raya
Biasanya mereka mencari lawan lewat media sosial.
Setelah menemukan lawan mereka baru bergerak.
Ini diungkapkan Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra.
Temuan ini dari hasil pemeriksaan para pemuda yang melakukan perang sarung di Boyolali kemarin.
“Saat ini di zaman media sosial ini mereka menggunakan chat WA, Instagram dan lain-lain. Itu media berkumpul maupun untuk sama-sama melakukan perang sarung,” ujar Indra, usai rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Ageng Boyolali, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam melakukan pengawasan.
Indra mengungkap perang sarung telah menjadi kebiasaan buruk yang terus berulang setiap Ramadan dan berpotensi menimbulkan dampak serius.
“Itu menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Karena menimbulkan luka ringan, luka berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” ujar Indra.
Ia menegaskan, praktik perang sarung harus benar-benar dihapuskan dan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali.
Baca juga: Rahasia Tradisi Bubur Samin Banjar Solo, Hanya Ada di Bulan Ramadhan!
Apa Itu Perang Sarung?
Perang sarung adalah salah satu tradisi berbahaya yang sering muncul selama bulan Ramadan.
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo, Kamis 19 Maret 2026 : Cek Jam Adzan Maghrib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Remaja-akan-perang-sarung.jpg)