Bencana Alam di Klaten
Cuaca Ekstrem di Klaten, Hujan Es dan Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah
Cuaca ekstrem di Klaten picu hujan es, pohon tumbang, dan puluhan rumah rusak. BPBD pastikan tak ada korban.
Penulis: Tribun Network | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem di Klaten pada Rabu (4/3/2026) sore memicu hujan lebat, angin kencang, bahkan hujan es di wilayah Manisrenggo dan Prambanan sejak sekitar pukul 14.40 WIB
- Dampak cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang di beberapa kecamatan, kerusakan atap rumah warga, serta longsor tanggul Sungai Dengkeng dan satu rumah roboh di Desa Kalikebo, Trucuk
- Puluhan rumah terdampak di Manisrenggo, terutama di Desa Solodiran dan Taskombang
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Klaten pada Rabu (4/3/2026) sore.
Hujan lebat yang disertai angin kencang bahkan dilaporkan memicu hujan es di beberapa wilayah, mengakibatkan kerusakan rumah warga hingga pohon tumbang di sejumlah kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat dampak cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Manisrenggo, Prambanan, Wedi, Juwiring, Bayat, dan Trucuk.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Klaten, Indiarto, menjelaskan bahwa hujan deras mulai terjadi pada sore hari.
"Untuk hari ini tanggal 4 Maret 2026, terjadi hujan cukup lebat di Kabupaten Klaten sekitar pukul 14.40 WIB dengan bahkan terjadi hujan es di wilayah Manisrenggo dan Prambanan juga disertai angin," ujarnya saat dikonfirmasi.
Tiga Desa di Manisrenggo Terdampak
Di Kecamatan Manisrenggo, dampak cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di tiga desa, yaitu Desa Solodiran, Taskombang, dan Nangsri.
Kerusakan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh angin kencang yang merusak atap rumah warga serta menumbangkan pohon.
"Untuk kejadian yang terjadi, yakni pohon tumbang dan atap rusak terkena angin," jelas Indiarto.
Pohon Tumbang di Sejumlah Kecamatan
Selain di Manisrenggo, laporan pohon tumbang juga datang dari beberapa wilayah lain di Kabupaten Klaten.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, serta Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring.
Kejadian pohon tumbang ini sempat mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi, meski tidak dilaporkan menimbulkan korban
Longsor hingga Rumah Roboh di Pinggir Sungai
Cuaca ekstrem juga memicu bencana lain berupa longsor dan kerusakan bangunan.
Di Kecamatan Bayat, tanggul Sungai Dengkeng yang berada di wilayah Paseban dilaporkan mengalami longsor.
Sementara itu, di Kecamatan Trucuk, tepatnya di Desa Kalikebo, satu rumah warga roboh akibat pondasi bangunan yang berada di tepi sungai tidak mampu menahan kondisi tanah yang labil.
| Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Melanda Wilayah Klaten, Diperkirakan hingga Akhir Desember |
|
|---|
| 4 Kecamatan di Klaten Terdampak Bencana Hidrometeorologi, 2 Kecamatan Kena Puting Beliung |
|
|---|
| Kesaksian Warga yang Terdampak Puting Beliung di Ngriman Klaten Selatan, Genteng Berterbangan |
|
|---|
| Dihantam Kena Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah di Ngriman Klaten Selatan Rusak |
|
|---|
| Hujan Angin Landa Kota Klaten, Beberapa Sekolah Terdampak Kerusakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-melanda-Kabupaten-Klaten-pada-Rabu-432026-sore-2.jpg)