Campak di Klaten

Waspada Campak, Dinkes Klaten Ungkap Gejala hingga Cara Pencegahannya

Kenali gejala campak dan cara pencegahannya untuk anak-anak agar terhindar dari penularan.

Tayang:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
Dok. Istimewa/Kemenkes
CAMPAK PADA ANAK - Ilustrasi campak pada anak. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah ditemukan dua anak terpapar virus tersebut. Penetapan status KLB ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Penularan campak: Dinas Kesehatan Klaten sebut virus campak menyebar lewat percikan liur dari batuk atau bersin, bukan kontak ringan
  • Gejala utama: Bercak merah di kulit, mata kemerahan, demam ringan, dan batuk pada anak-anak
  • Pencegahan: Terapkan PHBS, cuci tangan pakai sabun, dan berikan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Penyakit campak kembali menjadi perhatian di Kabupaten Klaten.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menekankan bahwa penularan campak terjadi melalui cairan tubuh, terutama percikan liur dari batuk atau bersin, sehingga gejala yang muncul bisa berdampak serius jika tidak ditangani sejak dini.

Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Jumat (13/3/2026):

"Kalau penularan campak itu, melalui spot septum dahak airbone (percikan liur batuk/bersin) yang berlebihan," ujarnya.

CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto ditemui pada Jumat (13/3/2026). Dia menjelaskan soal ada 2 anak di Klaten terpapar Campak.
CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto ditemui pada Jumat (13/3/2026). Dia menjelaskan soal ada 2 anak di Klaten terpapar Campak. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Ia menambahkan bahwa kontak fisik ringan, seperti bersentuhan atau saling memegang tangan, tidak terlalu berpengaruh terhadap penularan.

"Tapi kalau dengan pegangan itu tidak enggak begitu (berdampak), jadi dalam teorinya memang penularan melalui produk (cairan tubuh)," jelasnya.

Ciri-ciri Campak yang Harus Diwaspadai

Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular, disebabkan oleh virus rubeola (paramyxovirus).

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut Anggit, gejala campak yang paling umum muncul antara lain, bercak-bercak merah di kulit, bukan bentol atau koreng, mata kemerahan, demam ringan dan batuk.

"Kalau gejala yang muncul itu, biasanya ada bercak-bercak merah," ucapnya.

"Bercak-bercak merah tapi bukan bentol-bentol, tapi bukan juga koreng-koreng. Dengan mata agak kemerahan, dengan sedikit panas (badan), batuk juga," tambahnya.

Baca juga: Muncul Kasus Campak, Dinkes Klaten Imbau Masyarakat Kurangi Pertemuan Bila Kondisi Kurang Sehat

Cara Mencegah Campak

Untuk mencegah penyebaran campak, Dinkes Klaten menekankan pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Ya tetap PHBS kepada masyarakat semuanya, baik warga dan sebagainya. Termasuk cuci tangan pakai sabun dan sebagainya untuk menghindari itu," tegas Anggit.

Selain itu, pemberian makanan bergizi seimbang pada anak-anak di bawah lima tahun juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved