Cuaca Panas di Solo
Kenapa Cuaca Solo Raya Hari Ini Terasa Panas dan Bikin Gerah? BMKG Ungkap Penyebabnya
Kondisi ini ternyata tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi juga dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Cuaca panas terasa di Solo Raya dalam beberapa hari terakhir. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan suhu maksimum di Indonesia pada 9–12 Maret 2026 berkisar 32,9–37°C.
- Menurut Andri Ramdhani, panas dipicu pergeseran fenomena Madden-Julian Oscillation ke timur serta melemahnya monsun Asia.
- Selain itu, berkurangnya tutupan awan, gerak semu matahari, dan kondisi pancaroba membuat sinar matahari lebih kuat sehingga suhu terasa lebih panas.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Cuaca panas terasa cukup menyengat di wilayah Solo Raya dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini ternyata tidak hanya terjadi secara lokal, tetapi juga dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara maksimum di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Senin (9/3/2026) hingga Kamis (12/3/2026) berada pada kisaran 32,9 hingga 37 derajat Celsius.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 15 Maret 2026 : BMKG Prediksi Turun Hujan Ringan
Penyebab Cuaca Panas di Solo Raya
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan suhu tertinggi selama periode tersebut tercatat mencapai 37 derajat Celsius di Provinsi Papua Selatan pada 10 Maret 2026.
“Suhu udara maksimum tertinggi tercatat pada 10 Maret 2026 sebesar 37 derajat celsius di Provinsi Papua Selatan, sedangkan suhu maksimum terendah pada periode tersebut tercatat 32,9 derajat celsius di wilayah Kalimantan Barat pada 11 Maret 2026,” kata Andri, Jumat (13/3/2026).
Menurut BMKG, salah satu penyebab cuaca panas yang terasa di sejumlah daerah, termasuk Solo Raya di Jawa Tengah, adalah pergeseran fenomena atmosfer global Madden-Julian Oscillation (MJO).
Andri menjelaskan, fenomena tersebut saat ini bergeser ke arah timur dan menjauhi wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 15 Maret 2026 : Hujan Ringan di 5 Kecamatan
“Penyebab cuaca panas ekstrem berkaitan dengan pergeseran fenomena MJO ke arah timur yang menjauhi Indonesia bagian barat hingga tengah,” jelasnya.
Selain itu, monsun Asia yang dalam beberapa hari terakhir cenderung melemah juga berpengaruh terhadap kondisi cuaca yang lebih panas.
Di sisi lain, kelembapan udara sebenarnya masih tergolong tinggi.
Namun, pembentukan awan dan hujan yang tidak merata menyebabkan sinar matahari lebih leluasa memanaskan permukaan bumi pada siang hari.
“Memasuki periode Maret hingga Mei, sebagian wilayah Indonesia masih dapat mengalami peningkatan suhu udara di atas normal atau kondisi cuaca yang terasa lebih panas,” ujar Andri.
Baca juga: Mengenal Cabuk Kuliner Tradisional Wonogiri : Tak Sempurna dalam Warna, Tapi Kaya Akan Rasa
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh gerak semu matahari yang mulai mendekati wilayah ekuator, serta berkurangnya tutupan awan dan kondisi atmosfer yang relatif lebih kering menjelang periode pancaroba.
BMKG memperkirakan tren suhu yang lebih panas ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Cuaca-cerah-di-SPBU-Manahan.jpg)