Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Semur Daging, Hidangan Khas Lebaran di Solo Raya yang Aslinya dari Belanda

Dari pertemuan dua tradisi kuliner inilah lahir hidangan yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Indonesia.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sajian sedap
KULINER LEGENDARIS - Semur daging yang biasanya jadi sajian khas Lebaran di Solo Raya, Jawa Tengah. Inilah sejarah semur daging. 

Kunci utama kelezatan semur terletak pada bahan dan teknik memasaknya.

Bahan utama:

  • Daging sapi (umumnya sandung lamur atau sengkel)
  • Bawang merah dan bawang putih
  • Kecap manis
  • Rempah-rempah (pala, cengkeh, kayu manis)
  • Garam dan merica
  • Bahan pelengkap (opsional):
  • Kentang
  • Wortel
  • Telur rebus
  • Tahu atau tempe

Proses memasak:

Semur dimasak dengan teknik slow cooking atau dimasak perlahan. Daging direbus dalam bumbu hingga empuk dan kuah mengental.

Proses ini memungkinkan bumbu meresap sempurna ke dalam daging, menciptakan rasa yang kaya dan mendalam.

Kecap manis berperan penting dalam membentuk karakter semur, baik dari segi rasa maupun warna.

Baca juga: Kuliner Enak di Wonogiri Selain Bakso-Mie Ayam, Ada Soto Daging Hingga Sate Kambing

Tanpa kecap manis, semur tidak akan memiliki identitas khasnya seperti yang dikenal saat ini.

Variasi Semur di Berbagai Daerah

Seiring penyebarannya ke seluruh Nusantara, semur mengalami banyak adaptasi sesuai dengan budaya dan selera lokal.

  • Betawi: Semur cenderung manis dan sering ditambahkan kentang. Ini adalah versi yang paling populer saat Lebaran.
  • Aceh: Memiliki cita rasa lebih pedas dengan tambahan cabai.
  • Bali: Menggunakan variasi bahan seperti lidah sapi.
  • Sumatra: Kaya rempah dengan rasa lebih kuat dan kompleks.
  • Daerah lain: Menggunakan bahan alternatif seperti ayam, kambing, tahu, atau tempe.

Keanekaragaman ini menunjukkan bahwa semur adalah hidangan yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan bahan lokal.

Semur Daging dan Tradisi Lebaran

Di Indonesia, semur daging memiliki makna lebih dari sekadar makanan.

Kehadirannya saat Lebaran telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di banyak keluarga.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama ketupat, opor ayam, dan sambal goreng.

Semur menjadi pelengkap yang memberikan keseimbangan rasa manis dan gurih di tengah hidangan khas Lebaran lainnya.

Lebih dari itu, semur melambangkan:

  • Kebersamaan keluarga
  • Kehangatan saat berkumpul
  • Tradisi turun-temurun

Tak heran jika semur selalu menjadi salah satu menu yang paling dinantikan saat Hari Raya Idul Fitri.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved