Bocah Tenggelam di Karanganyar

Tragis! Bocah yang Hilang di DAM Colo Karanganyar Ditemukan di Penyaring Sampah Malangsari

Tubuhnya ditemukan di area penyaring sampah di aliran air wilayah Dusun Malangsari, Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat.

|
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
DITEMUKAN TAK BERNYAWA - Warga berkerumun melihat lokasi penemuan bocah 8 tahun yang sempat hilang dan tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (31/3/2026) siang. Bocah itu ditemukan tak bernyawa di Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. 

Dalam praktiknya, siphon biasanya digunakan pada jaringan irigasi atau drainase.

Secara sederhana, siphon bekerja dengan prinsip perbedaan tekanan dan gravitasi.

Air dialirkan melalui pipa tertutup yang melengkung, turun ke bawah, lalu naik kembali, sehingga bisa melewati hambatan tanpa harus mengubah jalur utama aliran.

Baca juga: Jauh Terbawa Arus, Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar Ditemukan 3-5 Kilometer dari Titik Hilang

Di lapangan, siphon sering berbentuk saluran atau pipa besar yang berada di bawah permukaan tanah atau melintang di bawah jalan.

Pada bagian tertentu, terdapat area penyaring atau saringan sampah untuk menahan material seperti daun, plastik, atau kotoran agar tidak menyumbat aliran air.

Karena fungsinya tersebut, siphon kerap memiliki arus yang cukup kuat, terutama saat debit air meningkat.

Kondisi ini membuat area sekitar siphon perlu diwaspadai, karena berpotensi berbahaya jika dimasuki orang tanpa pengamanan.

Dengan demikian, siphon bukan sekadar saluran air biasa, melainkan bagian penting dari sistem pengelolaan air yang dirancang untuk menjaga aliran tetap lancar meski menghadapi berbagai hambatan di lapangan.

 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved