Campak di Solo Raya
Antisipasi Campak Meluas, RSUD Kartini Karanganyar Buka Vaksin untuk Bayi hingga Dewasa, Gratis!
Kebijakan ini diambil menyusul ditemukannya tiga kasus campak di Kabupaten Karanganyar hingga awal April 2026.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- RSUD Kartini Karanganyar membuka layanan vaksinasi campak untuk bayi dan non bayi sebagai langkah antisipasi.
- Tercatat 3 kasus campak, seluruh pasien telah sembuh, dua sempat dirawat inap.
- RSUD menyiapkan fasilitas lengkap dan koordinasi dengan Dinkes untuk cegah penyebaran.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran campak, RSUD Kartini Karanganyar membuka layanan vaksinasi bagi masyarakat, baik untuk bayi maupun non bayi.
Kebijakan ini diambil menyusul ditemukannya tiga kasus campak di Kabupaten Karanganyar hingga awal April 2026, meski seluruh pasien kini telah dinyatakan sembuh.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan, menjelaskan bahwa layanan vaksinasi menjadi upaya penting untuk mencegah munculnya kasus baru.
Baca juga: 3 Kasus Campak di Karanganyar, 2 Orang Sempat Harus Dirawat Inap di RSUD Kartini, Apa Alasannya?
"Untuk pelayanan vaksinasi campak bayi bisa datang langsung di masing-masing puskemas maupun RSUD Kartini Karanganyar dan biaya gratis untuk tarif vaksinnya," kata Kristanto, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, layanan vaksinasi untuk non bayi dilakukan dengan sistem perjanjian.
"Namun untuk non bayi, masyarakat bisa langsung atau bisa menghubungi Dwi dengan nomor 085647079462, dan untuk jenis pelayanan vaksin non bayi dilakukan dengan model perjanjian dan harga vaksin bisa sewaktu-waktu dapat berubah," lanjutnya.
Diketahui, harga vaksin Measles dan Rubella untuk kategori non bayi di RSUD Kartini Karanganyar mencapai Rp296 ribu per Januari 2026.
Sudah Sembuh Semua
Meski sempat ditemukan tiga kasus campak, Kristanto memastikan kondisi saat ini sudah terkendali.
"Sampai saat ini ada 3 kasus, namun sudah sembuh semua dan saat ini tidak ada pasien campak yang dirawat di sini," jelasnya.
Dari tiga kasus tersebut, dua pasien sempat menjalani rawat inap, sedangkan satu pasien lainnya cukup menjalani rawat jalan.
Baca juga: Campak Mulai Intai Solo Raya, Karanganyar Sudah Temukan 3 Kasus Hingga Awal April 2026
Direktur RSUD Kartini Karanganyar, Arif Setyoko, menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus.
"Kami selalu berkoordinasi dengan bidang P2M (Pemberantasan Penyakit Menular) Dinkes Karanganyar dalam mengatasi penyakit menular seperti penyakit Campak," kata Arif.
"RSUD Kartini Karanganyar sebagai tempat rujukan (Rawat inap Tindak lanjut) siap melayani dengan fasilitasi ruang isolasi, dokter spesialis, dan obat-obatan untuk kasus campak terutama dengan komplikasi," imbuhnya.
| Dinkes Boyolali Imbau Warga Waspada Campak, 3 Kasus Tercatat hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Sukoharjo Temukan 3 Kasus Campak, Kenapa Belum Tetapkan Status KLB? Ini Alasannya! |
|
|---|
| Cara Dinas Kesehatan Sukoharjo Cegah Penyebaran Campak, Lakukan Investigasi hingga Pelacakan Kontak |
|
|---|
| Daftar Langkah Pencegahan dari Dinkes Boyolali Hadapi Merebaknya Kasus Campak, Wajib Dilakukan! |
|
|---|
| Fakta 3 Kasus Campak di Sukoharjo : Satu Dewasa dan Dua Bayi, Semua Sembuh Tanpa Rawat Inap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Lokasi-pasien-yang-melompat-dari-kamar-inap-Wijaya-Kusuma-di-lantai-3-RSUD-Kartini-Karanganyar.jpg)